Pernah Ke Bromo.... Cerita ini berawal dari cutiku bersama istri ke Surabaya. Begitu sampai distasiun kereta api gubeng aku langsung disambut sahabat-sahabatku Anton, dwi, nafis, dan Dhion. "Bagaimana di kereta api" tanya nafis. "Biasa pegel semua nih badan, kayaknya kita harus cari tempat refreshing nih..." sautku. "Iyahh, nanti malam ke rumah Rono yuk, kita ngobrol-ngobrol kali aja ada ide mau jalan-jalan kemana liburan ini" anton mengajak. "Beres, ketemuan habis magrib aja yahh" tawarku. Sip...sip..
Dari stasiun Aku pun meluncur naik kijang kotak dianter kerumah orang tua. Kebetulan yang menjemputku adalah Kijang Kotak milik sahabatku Nafis yang dia pinjam dari ayahnya. "Masih enak juga nih Kijang" gumamku dalam hati. Walaupun tampilan luarnya sudah tidak karuan, karena memang tua dimakan usia, Kijang ini masih menunjukkan kekuatannya dan tak pernah mengecewakan pemiliknya.
Type rest of the post here Ciit.Ciiitt.t... tibalah aku dirumah. "Makasih Fis, atas jemputannya, Ton, Dion, Dwi nanti malam jangan lupa yah" teriakku. Sesampainya dirumah akupun langsung masuk dan memeluk ibuku, sudah hampir 1 tahun aku tidak pulang. "Ma... sehat kan" tanyaku ditelinganya. Sambil terus memelukku mama berbisik "Asal kamu bahagia mama akan selalu sehat untukmu".
Setelah berbenah sedikit, aku pun merebahkan tubuhku di kasur, ehhhmmmm nyaman sekali rasanya. Zzzz...zzzz..zzzz.... Allohuakbar..allohuakbar.... aku tersentak kaget...sudah magrib tohhhh dalam hatiku. Langsung aku ambil handuk dan menuju kamar mandi, sesampainya dikamar mandi istriku ternyata baru saja selesai mandi, kok gak ngebangunin Mas Hen tanyaku pelan. habis Mas.. tidurnya pules banget sambil berjalan cepat menuju kamar.
Nin...ayo cepetan, panggilku dari dalam mobil, istriku masih saja dikamar, padahal aku yang terakhir mandi. Wakt sudah menunjukkan pukul 07 malam. Iya mas sebentar to..sahutnya, sambil berjalan menuju mobil avanza orang tuaku yang aku pinjam. 15 menit kemudian aku sampai dirumah Rono. tampak sudah ada Anton sedang ngoborol asik petingkrangan (maaf boso jowo). Hoiii, udah lama Ton disini, sapaku langsung memotong pembicaraan gak jelas mereka, Yah baru 15 menit yang lalu. Enaknya kemana yah besok, sayang nih masih ada 2 hari lagi di surabaya. keBali yuk saut Anton. Jancuk...adohee, emang udah persiapan kesono, duit loe cukup gak?, Rono pun ikut bicara. Kali aja mau nekat... cengirku. Tak selang berapa lama muncul Dhion bersama Nafis dengan Kijang Kotak ayahnya, malem bapak-bapak semuaaaaa... salam mereka. Jadi juga loe datang, kukira bakal kagak datang lu, kataku.
Enggaklah, ngapain juga aku dikosan, mana pacar belum ada, mendingan nongkrong disini, ada gorengan lagi, jawab Dhion sambil memegang pisang goreng yang sudah disiapkan Sofi istrinya Rono. Huuuuu ....Dasar anak kosan teriak kami. Pembicaraan semakin tidak terarah mulai dari gosip temen-temen yang sudah menikah dengan si Ini lah, si Itulah, Si Kamal ganti pacar lagi lah, mikirin temen yang udah semester 10 belum lulus juga. Waktu terus berlanjut sampai waktu menunjukkan pukul 11.00 malam. Ngobrol kami tidak membawa hasil, mau kemanakah besok. Nafis nyeletuk Kok Dwi belum muncul udah jam segeni. Coba ditelpon donk, Akupun berinisiatif untuk menelpon. "Halo.... Dwi kok gak kerumah Rono, kita masih ngobrol-ngobrol nih, belum jelas mau kemana besok". Sorry Pren, aku tadi barusan ngelesin anak Cewek, Cantik lagi .... tapi sekarang aku sudah bebas kok. Gw punya ide, gimana kalau kita ke BROMO malam ini juga, sampai disana kita lihat MATAHARI TERBIT... keren bro, aku tahu jalannya yang enak... Jawabnya menjelaskan. Tapi jangan lupa jemput aku dirumah yah.
Ide Bagus tuh....Akunpun langsung teriak ke yang lain KE BROOOOMOOOO YUUUUUKKKK.......
Tanpa ba..bi..bu.. lagi yang lain langsung menyaut, siapppp......berangkat kita. (Benar-benar tanpa rencan dan pikir panjang) Tanpa persiapan apapun, kita pun cepet membereskan gorengan untuk dibawa jadi bekal selama perjalanan. Sudah siap semuaaa.... berangkat.... Karena sudah malam, mobil meluncur dengan mulus menuju rumah si Dwi tanpa hambatan, disitu dia sudah siap menunggu didepan rumah. Cerita dimulai dari sini. Kita jalan ke arah Pasuruan saja jalannya lebih landai walaupun agak berbelok-belok, dwi menjelaskan. Siap bos...saut Anton yang saat itu menjadi supir. Kijang Kotak Nafis memang benar-benar bisa diandalkan gumamku. Setelah mengendari selama 2 jam menuju BROMO, pukul 01.30 dini hari kami sudah sampai di Pasuruan. Masih terlihat beberapa warung yang buka. Karena kantuk menyerang kita pun berinisiatif untuk berhenti tepat di alun-alun pasuruan tepat dipinggir tukang soto. (Gileee jam segini masih ada tukang soto yang buka). Ternyata Wueeenakk tenan... Sambil makan-makan tidak lupa juga kita Foto-foto di Bakul Soto ... mukanya udah pada lecek semua.... Perjalanan dilanjutkan kembali, kali ini yang lebih menantang, jalanannya sudah berliku-liku. Kiri jurang, Kanan Tebing dan hutan... karena malem jadi seremmmmm boooo...... Ketangguhan kijang teruji disini, tapi sayang karena kurang persiapan tiba-tiba Kijang kami melambat...dan akhirnya berhenti, Wahhhhhhh bensinnya habis...Kok gak ada yang lihat kalau penanda bensinnya habis... Eng..ing enggg...... Terpaksa deh kita menepi, sambil pasang lampu hazard.... gile jam 02.30 dini hari di tengah jalan belantara hutan. Anton dan Dhion langsung mengambil inisiatif untuk mencoba menyusuri jalan menuju perkampungan terdekat. Aku, Nafis dan Dwi menjaga mobil. Beberapa rumah penduduk yang kami kira jualan bensin kami ketuk. Tapi sial keluar seorang kakek-kakek dengan wajah merenguttt marah, dan yang kami dapatkan dampratan.... DASAR ANAK-ANAK KURANG AJAR JAM SEGINI KELUYURAN GANGGUIN ORANG TIDUR SAJA... kamipun minta maaf -minta maaf sama kakek-kakek itu. Setelah mencoba 3 rumah, akhirnya ada juga yang menjual bensin... tapi harganya booooo 1 liter premium bayar 10.000, waduhhh...bangkrutt... kami terpaksa merogoh kocek hingga 100.000 rupiah, karena memang stock premiumnya hanya segitu. Tak apalah kan Kijang irit. Kamipun melanjutkan perjalanan tanpa planning ini... Semakin malem semakin dingggggiinnnmenggigit . tiba-tiba ada beberapa orang yang menyetop kendaraan kami. Preman-preman gitulah... Udah berhenti-berhenti teriak mereka. Sampai keatas harus naik Hartop kata mereka. Pasti tidak kuat melewati Pasir Bromo. Nafis dengan gagah berani dan mantap keluar dari mobil "Siapa yang bilang mobil ku kagak bakal kuat naik Ke Bromo ? Pegunungan Dieng sudah aku lewati dengan Kijang ini. Baru Bromo ....udah minggir aku mau lewat" Ehhh mundur tuh preman-preman yang nawarin mobil Hartop nya. Kita pun melanjutkan perjalanan yang tinggal 1/8 jalan. Kami terus keatas tanpa masalah berarti, melewati pasir Bromo, dengan sedikit teknik mengemudi smart drinving (becanda) kita berhasil melewatinya. Kijang memang tiada duanya. Sampai kita melihat ada tempat pemberintian yang tepat, View yang sangat indah mulai terlihat. Matahari di ufuk timur mulai kemerahan. INDAH sekali. Langsung deh kita rebutan ingin mengabadikannya. Seperti FOTO YANG ADA DI BLOG INI (narsis yahhh). Sungguh perjalanan tanpa planning yang mengesankan. Bromo sungguh indah...sulit aku mengungkapkan dengan kata-kata. Ciptaan tuhan yang sangat akbar. Bromo Ohh Bromo... Dingginnnnn grrgrgrgrregegegrgerer.... Angin pagi menusuk tulang belulang. Setelah puah menikamati pemandangan BROMO, akupun pulang, tapi karena semuanya pada kecapean aku menawarkan diri untuk menyetir. Perjalanan kali ini lebih mudah tinggal injek rem aja...karena jalannya yang terus turun. Dan tidak lupa, begitu ketemu pom bensin langsung isi full. Kijang Tiada duanya.
Label: Aktifitas Keluarga |
Bagus juga tuh ceritanya... hehehe.. saya juga mau ikutan ah....
btw, noleh gak sih kata 'aku' diganti jadi 'gw' ?
itu beneran ya kakek-kakeknya tereak-tereak di tengah malem???
blog gw ada di http://diazhandsome.wordpress.com