My Live Project

Minggu, 11 Mei 2008
Arisan - WOM
Budaya arisan, sudah saya kenal sejak saya masih berumur 1 tahun. Ketika saya memasuki dunia kerja, arisan juga saya jumpai di sekelompak kecil rekan-rekan kerja. Ada yang berjumlah 15 orang hingga 20 orang.

Orang tua kita, secara turun temurun melakukan aktivitas mengasikkan ini. Penuh gotong royong. Tapi ada satu hal yang membuat saya bertanya-tanya mengapa sebagian besar peserta arisan adalah ibu-ibu. Bapak-bapaknya kenapa yah ? apakah bapak-bapaknya males kumpul, males bersosialisasi, menutup diri, rugi bila berkontribusi buat yang lain, rugi bila sharing kesuksesan. Atau tidak ada waktu.

Dengan arisan, kita bisa kumpul-kumpul, ngobrol ngalor kidul. Ditengah kepenatan kerja di Jakartayang serba sumpek ini, Arisan menjadi angina segar untuk bisa sharing dan saling mengetahui kabar rekan-rekan kita. Kalau kita berfikir negatif, arisan bisa menjadi ajang gossip, membicarakan kejelekan teman, bahkan bisa sampai nyrempet-nyrempet fitnah juga. Tapi kalau kita bisa smart Arisan bisa menjadi metode baru dalam mengembangkan networking. Kita bisa mengetahui kabar rekan kerja kita, performance kerja mereka, tips-tips baru dalam dunia kerja, motivasi-motivasi baru dalam berkerja dan masih banyak lagi hal-hal postif yang bisa kita dapatkan bila melihat dari Positive Thinking point of view.

Ditempat dimana saya tinggal, arisan merupakan acara rutin yang dilakukan, kebetulan kemarin tanggal 11 Mei 2008 bertepatan dengan kalifikasi Uber & Thomas Cup 2008, Arisan dilakukan di rumah saya. Cukup sibuk juga, sampai pinjam kursi, meja tetangga segala. Mendatangkan mertua dari bandung untuk membantu menyiapkan hidanngan dan segala sesuatu. Seru …..

Arisan ditempat ini berfungsi ganda: selain untuk arisan itu sendiri, juga mengumpulkan warga sekitar untuk sharing informasi-informasi dari pemerintah, seperti : info pemilihan gubernur jawa barat, Kartu Keluarga model baru, sampai informasi adanya tanaman warga yang terlalu besar sehingga melebar ke badan jalan dan perlu dirapikan, semuanya di sharing transparan dan diselesaikan saat itu juga. Tidak ada yang namanya sakit hati/dendam/iri.


Yang datang pun, ternyata tidak hanya orang biasa loh, tapi ada ibunya Lulu Tobing, besan keluarga cendana.

Ada satu lagi nih yang aneh, fenomena organisasi terkecil dalam masyarakat kita yaitu RT [Rukun Tetangga]. Karena tingkat individualisme yang tinggi, banyak bapak-bapak yang enggan menjadi ketua RT, termasuk saya sendiri. Menjadi ketua RT adalah suatu pekerjaan sosial tanpa pamrih, yang menyita waktu ku bersama keluarga – pikirku. Jangan ditiru.
Jadi ketua RT didaerahku adalah wanita.

Tapi yang aku acungi jempol adalah bapak-bapak juga bersedia datang untuk ikut arisan juga….. walaupun sudah berumur, tetap saja mereka semangat untuk tetap menjalankan ritual arisan setiap 1 bulan sekali.


Satu lagi yang menjadi ritual di perumahan saya yaitu ada acara memungkus makan atau camilan yang dihidangkan tuan rumah saat selesainya acara Arisan. Sampai ludes ….







Label:

posted by HendraWoM @ 20.55  
0 Comments:
Posting Komentar
<< Home
 

Ut enim ad minim veniam, ullamco laboris nisi ut labore et dolore magna aliqua. Ut aliquip ex ea commodo consequat. Consectetur adipisicing elit, lorem ipsum dolor sit amet, eu fugiat nulla pariatur. In reprehenderit in voluptate ut labore et dolore magna aliqua.

Quis nostrud exercitation ut aliquip ex ea commodo consequat. Cupidatat non proident, eu fugiat nulla pariatur. Sunt in culpa ut enim ad minim veniam, excepteur sint occaecat. Consectetur adipisicing elit.

About Blog
My Dream, My Dignity,My Passion, My Family, My Temptation, My True Love, My World, My Journey, My Insight

Previous Post
Title
Quis nostrud exercitation ut aliquip ex ea commodo consequat. Cupidatat non proident, eu fugiat nulla pariatur. Sunt in culpa ut enim ad minim veniam, excepteur sint occaecat. Consectetur adipisicing elit.
Links
Templates by
Blogger Templates