My Live Project

Sabtu, 21 Juni 2008
Penerimaan Mahasiswa Baru - WOM
Bulan Juni - Juli bagi anak-anak bangsa yang berhasil lulus UAN SMU/SMA/SMK/dan yang setaraf, merupakan hari yang membahagiakan. Tawa kebahagiaan, lompatan, teriakan kepuasan adik-adik kita memecah sunyi dan penyesalan bagi rekan-rekan lainnya yang tidak bisa lulus UAN. Tapi perjuangan belum berhenti....seperti yang diajarkan oleh orang tua kita raihlah pendidikan setinggi-tingginya biar kelak engkau dapat memiliki masa depan yang lebih cerah dari kami orang tuamu
Ujian berikutnya adalah ujian masuk perguruan tinggi, inilah ujian yang sesungguhnya.

Contohnya seperti Universitas Indonesia yang baru saja mengumumkan kelulusannya seperti yang dapat anda lihat di situs resmi UI Bagi yang lulus UMB dari UI tersebut dia harus mendownload disini dan juga jangan lupa membaca panduan pembayaran dan biayanya.

Bagi yang belum lulus janga bersedih hati masih ada perguruan tinggi yang menjanjikan seperti STAN, informasinya sih di STAN sudah membuka pendaftaran dari tanggal 16 Juni - 4 Juli 2008 untuk formulir pendaftarannya dapat download disini.

Tapi jangan lupa juga SPMB adalah pertarungan yang sebenarnya. Hayooo adik-adik berjuanglah. Bagi orang tua, dukung anak-anak anda, beri mereka dukungan penuh biarkan mereka memilih jalan yang terbaik.

Bagaimana dengan anak anda, sudahkah anda mempersiapkan anak anda ?

Label:

posted by HendraWoM @ 07.39   0 comments
Rabu, 21 Mei 2008
Ruwet
Sudah lama kita berada dalam kehidupan yang bersifat individualisme, egois, semau gue dan mau menang sendiri. Rasa kebersamaan, senasib dan sepenanggungan, sirna di bawah ideologi kebendaan, materialistik, hedonisme dan kapitalisme. Akhirnya muncul suatu opini yang selalu mengedepankan MITOS dari pada akal sehat, serta timbul krisis pembenaran terhadap problem etika sosial yang keliru, seperti contoh orang dihalalkan mencuri atau menjarah, karena kesulitan ekonomi yang melilit, orang bisa seenaknya menghina, bahkan membicarakan aib saudaranya, merampas hak orang lain, KORUPSI karena merasa memiliki kekuasaan, serta menyalahkan orang lain demi untuk menutupi arogansi kepentingan pribadi, dan masih banyak lagi opini yang menjadi brain image di masyarakat kita saat ini, sehingga kita dibelenggu oleh kesemrawutan.

Umumnya orang melihat dan mengukur seseorang dari penampilan, atribut, jabatan, simbol, pangkat, status sosial dan posisinya di tengah masyarakat. Hampir seluruhnya dari kita lenyap disitu, sehingga mutunya jadi enteng & hampa. Jika itu olok ukurnya, ikatan persaudaraanpun jadi semu, longgar dan tidak berarti. Semua diukur serba kebendaan dan materialistik. Kita ingin mendekat pada seseorang karena materi dan statusnya. Kita menelpon seseorang dan bersilaturahmi ketika ada kepentingan yang dikejar.
KEPENTINGAN. Kata ini menjadi "KUNCI" kemana arah kehidupan kita bergulir. Kebijakan dibuat sedemikian rupa lantaran kepentingan. Celakanya, jika kepentingan dikaitkan dengan pribadi dan kelompok. Tak peduli, apakah kebi jakan itu bertabrakan dengan kepentigan orang banyak. Seperti contoh proyek busway, lumpur lapindo, sengketa tanah, serta urusan kaki lima yang selalu dikejar-kejar trantib. Itulah yang terjadi hari ini. Rasa MALU kita jadi hilang, lantaran KEPENTINGAN. Jika kepentingan individu dan kelompok lebih dominan, otomatis kepentingan orang banyak dikorbankan, sehingga kebijakan dibuat tidak manusiawi lagi.
Seperti cerita diatas, bentuk kongkrit belenggu kesemrawutan dari cara berfikir kita, dapat dilihat dalam keseharian seperti, kemacetan dijalan, yang disebabkan oleh ketidak teraturan, pelanggaran disiplin, egois, serta sikap mental yang apatis dan kurang perduli terhadap keadaan. Secara tidak langsung belenggu ini, menurunkan nilai kehormatan dan kesadaran sebagai mahluk yang luhur.
Belenggu kesemrawutan ini terjadi karena di dalam masyarakat kita ada 3 golongan manusia, yaitu :
1. Golongan Pejuang
Golongan orang-orang yang mau bekerja tanpa pamrih, tanpa komentar dan tanpa diperintah serta tanpa diiming-iming, mereka selalu siap ketika dibutuhkan, khususnya dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.
2. Golongan Pekerja
Golongan orang-orang yang mau bekerja karena ada pamrih, karena mengharapkan popularitas, pujian serta hanya sibuk mengejar kepentingannya sendiri.
3. Golongan penjahat
Golongan orang-orang yang mengorbankan kepentingan orang lain, merampas hak rakyat dan tidak perduli orang lain menderita, demi untuk kepentingan pribadi dan kelompoknya.
Saat ini untuk sementara, menurut survei para ulama, yang terbanyak saat ini adalah golongan pekerja dan penjahat, makanya bangsa kita jadi carut marut, acak adut, bau kentut, karena dirongrong oleh orang-orang yang sibuk mencari pamrih dan popularitas, juga orang-orang yang bahagia serta menari-nari diatas penderitaan orang lain. Sedangkan golongan pejuang hanya sedikit dari total komunitas. Nah !, termasuk golongan manakah kita ?.
Apabila kita, kilas balik 62 tahun yang lalu, pada saat pergerakan fisik melawan imperialisme, bangsa Indonesia dapat meraih kemerdekaan dengan senjata konvensional, seperti bambu runcing. Karena pada waktu itu banyak pejuang yang rela mengorbankan waktu, tenaga, pikiran bahkan jiwa raga serta keluarga yang dicintainya, yang mana pengorbanan pejuang tersebutlah yang akhirnya menghantarkan bangsa Indonesia kepintu gerbang kemerdekaan. Allah menciptakan sejarah untuk diingat. Kisah orang-orang dulu ditulis untuk dijadikan pelajaran. Sungguh malang nasib orang-orang yang tak mau belajar dari sejarah. Ia akan terjerumus dalam kubangan hina. Nasibnya akan diabadikan dalam sejarah dengan ornamen hitam.
Berkaca diri. Ya, bisa jadi kita memang harus banyak ngaca. Kita akan melihat diri dan kemampuan kita, termasuk dalam memilih dan menilai. Dalam berkaca mungkin kita tak tahan melihat keadaan kita sebenarnya. Mata kita mungkin berkaca-kaca, menyesali kekeliruan kita selama ini. Tetapi ingatlah masa lalu kita yang buruk tentu bukan untuk diratapi. Melainkan dijadikan pelajaran untuk perbaikan ke depan. Kita tentu makin sadar, mustahil menyelesaikan problem bangsa ini sendirian. Potensi manusia jadi kecil jika bercerai-berai dan akan besar jika berjamaah. Kita akan lemah secara individual, sebaliknya akan kuat secara kolektif, dan kita tidak boleh berharap orang lain memecahkan masalah kita.
Pada hakikatnya, setiap orang di Republik ini mampu berbuat sesuatu untuk keluar dari belenggu kesemrawutan ini, sepanjang kita semua mempunyai niat baik untuk mencari keberkahan dalam setiap upaya yang dilakukan, yang pada akhirnya cahaya kebenaran dan keadilan akan menjelma dihadapan mata, setelah kita berjalan beberapa lamanya di dalam terowongan kebatilan yang gelap gulita. Semoga Tuhan mengabulkan do'a kita semua...amien.

Label:

posted by HendraWoM @ 00.43   0 comments
Jumat, 16 Mei 2008
BBM Naik





Kenaikan BBM selalu menjadi fenomena unik di Indonesia, sangat beda sekali dengan negara-negara lain. Di Jepang harga BBM benar-benar dilepas atau dikendalikan oleh pasar. Jam 09.00 bisa 50 yen/ltr eh jam 10.30 bisa jadi 64 yen/ltr (permisalan), dan pembelinya juga unik Jam 09.00 bisa ramai yang antri beli fuel, jam 10.30 sepi tidak ada yang antri - Kok bisa yahh .



Ngomong-ngomong masalah harga BBM lihat saja tabel perbandingan berikut



Dari sisi konsumsi BBM, Indonesia hanyalah menempati urutan ke 116

Bagaimana dengan BLT ? apakah menjadi sesuatu solusi atau masalah baru.

Label:

posted by HendraWoM @ 03.01   0 comments

Ut enim ad minim veniam, ullamco laboris nisi ut labore et dolore magna aliqua. Ut aliquip ex ea commodo consequat. Consectetur adipisicing elit, lorem ipsum dolor sit amet, eu fugiat nulla pariatur. In reprehenderit in voluptate ut labore et dolore magna aliqua.

Quis nostrud exercitation ut aliquip ex ea commodo consequat. Cupidatat non proident, eu fugiat nulla pariatur. Sunt in culpa ut enim ad minim veniam, excepteur sint occaecat. Consectetur adipisicing elit.

About Blog
My Dream, My Dignity,My Passion, My Family, My Temptation, My True Love, My World, My Journey, My Insight

Previous Post
Archives
Title
Quis nostrud exercitation ut aliquip ex ea commodo consequat. Cupidatat non proident, eu fugiat nulla pariatur. Sunt in culpa ut enim ad minim veniam, excepteur sint occaecat. Consectetur adipisicing elit.
Links
Templates by
Blogger Templates