Kemarin, dibuka turnamen olahraga kebanggaan Indonesia “Bulu Tangkis”, disponsori oleh salah satu Bank BUMN. Bagi yang suka akan olahraga ini pasti sangat menanti-nantikan pertandingan ini. Dimulai dengan kualifikasi Uber yang dibuka dengan permainan Christine yang terpaksa kalah ditundukkan oleh pemain dari Jepang. Tapi ini dimanfaatkan secara positive oleh teman-temannya untuk tidak terlena dengan kemampuan orang-orang Jepang. Tak ayal lagi pada permainan ke 2,3,4,5 kita berhasil membabat habis seluruh pertandingan dengan kemenangan. Satu babak beres. Pukul 18.30 team Thomas kita dibuka oleh permainan Taufik Hidayat. Pemain ini memang termasuk pemain kelas dunia untuk bulu tangkis, tapi sayang beliau tidak bermain maksimal kemarin. Entah apa yang ada dipikiran pemain kebanggaan kita ini (sekarang tidak saya banggakan sama sekali). Passionnya untuk memenangkan pertandingan sama sekali tidak ada. Kemana jump smash yang mematikan, kemana kemampuan drop shoot yang tak terduga itu. kemana Taufik Hidayat yang dulu. Orang-orang yang sudah tidak memiliki passion ini, sudah tidak selayaknya bermain mengatas namakan bangsa. Sudah tidak pantas untuk bertanding sebagai dutu Indonesia. Mungkin memang saatnya untuk pemain-pemain muda yang bermunculan. Hidup team Thomas – Uber Indonesia Label: Curhat |