My Live Project

Sabtu, 20 September 2008
Pemimpin yang menginspirasi
Pemimpin yang Meng "inspirasi" ...

Ketika ditanyakan pada 500 orang manajer, dalam sebuah survei secara global, mengenai pemimpin macam apa yang mereka dambakah, jawaban
populer yang muncul adalah: "Pemimpin yang menginspirasi."

Dari survei terpotret juga bahwa saat ini hanya 11 persen pemimpin yang dinilai mampu menginspirasi. Padahal, kita sangat sadar
kenyataan bahwa perusahaan akan lebih mudah meraih sukses di bawah pimpinan yang menginspirasi.

Kurangnya pemimpin yang berbobot di sekitar kita, bahkan di negara kita, memang kita rasakan benar. Padahal, dalam suasana bisnis yang
kompetitif seperti sekarang ini dan negara yang tengah dilanda berbagai bencana tim kerja membutuhkan energi lebih, di mana pemimpin berperan untuk senantiasa mensuplai energi pada tim dengan memberi motivasi yang sehat serta inspirasi yang tidak ada hentinya.


Inspirasi dibutuhkan dalam menghadapi berbagai tantangan organisasi, misalnya, melawan korupsi. Hanya bila pemimpin bisa memberi
inspirasi yang kuat dan mengenalah maka tim kerja bisa terdorong untuk mendukung dan menyukseskan gerakan antikorupsi. Inspirasi ini
perlu sedemikian kuatnya sampai menjadi `api pemicu' perubahan sikap mental, mindset, dan perilaku anggota tim untuk berubah dan
mengubah. Inspirasi seolah energi positif yang menyebar seperti `mistik". Dampaknya, tim kerja seakan rela bekerja tanpa kenal waktu dan tenaga, serta tidak hitung-hitungan.

Menginspirasi kelompok amatlah penting dan dapat dilakukan dalam berbagai bentuk. Beberapa hal yang biasa dilakukan oleh pemimpin
yang inspiratif dapat di- 'benchmark' oleh kita:

"Customer focused"

Apakah dia seorang menteri, pemimpin organisasi, atau direktur, seorang pemimpin harus berfokus pada `pelanggan' dan tahu persis apa
kebutuhan pelanggannya. Pemimpin yang tidak menyadari siapa pelanggannya akan tetap menjadi pemimpin yang berada di "awang-awang", gambaran visinya "mengambang", bicaranya sulit dimengerti bawahan karena tidak jelas kemana arahnya. Pemimpin yang bahkan "stake- holder focused" mampu bersikap direktif, tahu persis apa yang perlu ditanyakan bila bertemu atasan, bawahan, dan pihak eksternal. Ia pun otomatis akan menghilangkan sikap "bossy" dan birokratis, karena setiap perilakunya didasarkan pada pelayanan pelanggan.

Keluar dari Meja Kerja

Tak ada dalam sejarah pemimpin inspiratif menggerakkan tim dari balik meja kerjanya. Mahatma Gandhi, Winston Churchill, George Patton, Mother Teresa adalah orang-orang lapangan. Menginspirasi memang lebih mudah dilakukan dari tengah-tengah tim. Hubungan informal dan kontak personal sangat berpengarüh pada mental bawahan. Mungkin itu juga sebabnya, mengapa Agus Martowardoyo, Dirut Bank Mandiri, membuka pintu rumah dan ponsel-nya buat semua orang yang membutuhkan berkoordinasi dengannya.


Sadari Peta Kekuatan Karyawan

Hanya pemimpin yang sadar akan kapasitas sumber dayanya-lah yang bisa mengajak orang di sekitarnya untuk berupaya lebih dan membuat
nilai tambah. Hal ini juga yang memungkinkan pemimpin untuk memotivasi bawahan secara personal, sesuai dengan kekuatan dan
kekhasan bawahannya. Bawahan akan merasa "terangkat" dan seolah "superman' yang merasa mampu berbuat lebih. Pemimpin yang
inspiratif membuat bawahannya menghargai dirinya sendiri seperti halnya ia menghargai perusahaan dan pelanggannya.

Dengan mengenali kekhasan bawahan, pemimpin yang inspiratif bisa menjadi lebih dari sekedar `coach" yang baik, namun ia juga
membimbing bawahan untuk menyelesaikan masalahnya sendiri, kemudian memberikan pengarahan dan jalan keluar, juga prinsip profesional dan
solusi permasalahan, bahkan sampai filosofinya.

Bermainlah pada Level Emosional

Ketika sesekali saya tanyakan kepada beberapa bawahan yang sangat setia kepada atasannya, padahal bisnis sedang merosot, maka jawaban
mereka sekadar, "Dengan Bapak, kita selalu bersama-sama, terlambat makan sama-sama, makan enak sama-sama." Alasan emosional inilah yang tampak lebih solid daripada sekadar hubungan finansial. Upah memang menentukan kepuasan kerja, namun pemimpin besar biasanya kreatif dalam menemukan cara yang tidak biasa dalam memenuhi kebutuhan bawahannya, yaitu mempertimbangkan faktor-faktor di luar kebutuhan yang basic, seperti respek dan prestis, untuk bisa mengangkat semangat timnya dengan lebih baik.

"Passion" yang Berbuah "Vision"

Perkembangan teknologi serta globalisasi membuka kesempatan yang jumlahnya tidak berbatas dan memberi kesempatan untuk para pemimpin
lebih asik, lebih passionate dalam mencermati minat dan sasarannya. Hal ini juga yang mempermudah para pemimpin untuk menggambarkan
visinya dengan kata-kata, deskripsi dan imajinasi yang lebih mudah dimengerti bawahan. Tidak sulit bagi pemimpin sekarang menggambarkan
visi se- menggelegar "I have a dream." - nya Martin Luther King. Passion jugalah yang membuat pemimpin inspiratif tidak sekadar memikirkan "what's in it for me" tetapi berobsesi pada "big idea"-nya.

Label:

posted by HendraWoM @ 16.19   0 comments
Kamis, 07 Agustus 2008
Pidato Steve Job - WOM
Pidato Steve Job di Acara Wisuda Stanford University: “Stay Hungry. Stay Foolish”

Cerita Kedua Saya: Cinta dan Kehilangan.
Saya beruntung karena tahu apa yang saya sukai sejak masih muda. Woz dan saya mengawali Apple di garasi orang tua saya ketika saya berumur 20 tahun. Kami bekerja keras dan dalam 10 tahun Apple berkembang dari hanya kami berdua menjadi perusahaan 2 milyar dolar dengan 4000 karyawan. Kami baru meluncurkan produk terbaik kami-Macintosh- satu tahun sebelumnya, dan saya baru menginjak usia 30. Dan saya dipecat.

Bagaimana mungkin Anda dipecat oleh perusahaan yang Anda dirikan? Yah, itulah yang terjadi. Seiring pertumbuhan Apple, kami merekrut orang yang saya pikir sangat berkompeten untuk menjalankan perusahaan bersama saya. Dalam satu tahun pertama,semua berjalan lancar. Namun, kemudian muncul perbedaan dalam visi kami mengenai masa depan dan kami sulit disatukan. Komisaris ternyata berpihak padanya. Demikianlah, di usia 30 saya tertendang.

Beritanya ada di mana-mana. Apa yang menjadi fokus sepanjang masa dewasa saya, tiba-tiba sirna. Sungguh menyakitkan. Dalam beberapa bulan kemudian, saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan. Saya merasa telah mengecewakan banyak wirausahawan generasi sebelumnya -saya gagal mengambil kesempatan. Saya bertemu dengan David Packard dan Bob Noyce dan meminta maaf atas keterpurukan saya. Saya menjadi tokoh publik yang gagal, dan bahkan berpikir untuk lari dari Silicon Valley. Namun, sedikit demi sedikit semangat timbul kembali- saya masih menyukai pekerjaan saya. Apa yang terjadi di Apple sedikit pun tidak mengubah saya. Saya telah ditolak, namun saya tetap cinta. Maka, saya putuskan untuk mulai lagi dari awal. Waktu itu saya tidak melihatnya, namun belakangan baru saya sadari bahwa dipecat dari Apple adalah kejadian terbaik yang menimpa saya. Beban berat sebagai orang sukses tergantikan oleh keleluasaan sebagai pemula, segala sesuatunya lebih tidak jelas. Hal itu
mengantarkan saya pada periode paling kreatif dalam hidup saya.



Dalam lima tahun berikutnya, saya mendirikan perusahaan bernama NeXT, lalu Pixar, dan jatuh cinta dengan wanita istimewa yang kemudian menjadi istri saya. Pixar bertumbuh menjadi perusahaan yang menciptakan film animasi komputer pertama, Toy Story, dan sekarang merupakan studio animasi paling sukses di dunia. Melalui rangkaian peristiwa yang menakjubkan, Apple membeli NeXT, dan saya kembali lagi ke Apple, dan teknologi yang kami kembangkan di NeXT menjadi jantung bagi kebangkitan kembali Apple. Dan, Laurene dan saya memiliki keluarga yang luar biasa. Saya yakin takdir di atas tidak terjadi bila saya tidak dipecat dari Apple. Obatnya memang pahit, namun sebagai pasien saya memerlukannya. Kadangkala kehidupan menimpakan batu ke kepala Anda. Jangan kehilangan kepercayaan. Saya yakin bahwa satu-satunya yang membuat saya terus berusaha adalah karena saya menyukai apa yang saya lakukan. Anda harus menemukan apa yang Anda sukai. Itu berlaku baik untuk pekerjaan maupun pasangan hidup Anda. Pekerjaan Anda akan menghabiskan sebagian besar hidup Anda, dan kepuasan sejati hanya dapat diraih dengan mengerjakan sesuatu yang hebat. Dan Anda hanya bisa hebat bila mengerjakan apa yang Anda sukai. Bila Anda belum menemukannya, teruslah mencari. Jangan menyerah. Hati Anda akan mengatakan bila Anda telah menemukannya. Sebagaimana halnya dengan hubungan hebat lainnya, semakin lama-semakin mesra Anda dengannya. Jadi, teruslah mencari sampai ketemu. Jangan berhenti.



Cerita Ketiga Saya: Kematian
Ketika saya berumur 17, saya membaca ungkapan yang kurang lebih berbunyi: “Bila kamu menjalani hidup seolah-olah hari itu adalah hari terakhirmu, maka suatu hari kamu akan benar.” Ungkapan itu membekas dalam diri saya, dan semenjak saat itu, selama 33 tahun terakhir, saya selalu melihat ke cermin setiap pagi dan bertanya kepada diri sendiri: “Bila ini adalah hari terakhir saya, apakah saya tetap melakukan apa yang akan saya lakukan hari ini?” Bila jawabannya selalu “tidak” dalam beberapa hari berturut-turut, saya tahu saya harus berubah. Mengingat bahwa saya akan segera mati adalah kiat penting yang saya temukan untuk membantu membuat keputusan besar. Karena hampir segala sesuatu-semua harapan eksternal, kebanggaan, takut malu atau gagal-tidak lagi bermanfaat saat menghadapi kematian. Hanya yang hakiki yang tetap ada. Mengingat kematian adalah cara terbaik yang saya tahu untuk menghindari jebakan berpikir bahwa Anda akan kehilangan sesuatu. Anda tidak memiliki apa-apa. Sama sekali tidak ada alasan untuk tidak mengikuti kata hati Anda.



Sekitar setahun yang lalu saya didiagnosis mengidap kanker. Saya menjalani scan pukul 7:30 pagi dan hasilnya jelas menunjukkan saya memiliki tumor pankreas. Saya bahkan tidak tahu apa itu pankreas. Para dokter mengatakan kepada saya bahwa hampir pasti jenisnya adalah yang tidak dapat diobati. Harapan hidup saya tidak lebih dari 3-6 bulan. Dokter menyarankan saya pulang ke rumah dan membereskan segala sesuatunya, yang merupakan sinyal dokter agar saya bersiap mati. Artinya, Anda harus menyampaikan kepada anak Anda dalam beberapa menit segala hal yang Anda rencanakan dalam sepuluh tahun mendatang. Artinya, memastikan bahwa segalanya diatur agar mudah bagi keluarga Anda. Artinya, Anda harus mengucapkan selamat tinggal. Sepanjang hari itu saya menjalani hidup berdasarkan diagnosis tersebut. Malam harinya, mereka memasukkan endoskopi ke tenggorokan, lalu ke perut dan lambung, memasukkan jarum ke pankreas saya dan mengambil beberapa sel tumor. Saya dibius, namun istri saya, yang ada di sana, mengatakan bahwa ketika melihat selnya di bawah mikroskop, para dokter menangis mengetahui bahwa jenisnya adalah kanker pankreas yang sangat jarang, namun bisa diatasi dengan operasi. Saya dioperasi dan sehat sampai sekarang. Itu adalah rekor terdekat saya dengan kematian dan berharap terus begitu hingga beberapa dekade lagi.



Setelah melalui pengalaman tersebut, sekarang saya bisa katakan dengan yakin kepada Anda bahwa menurut konsep pikiran, kematian adalah hal yang berguna:Tidak ada orang yang ingin mati. Bahkan orang yang ingin masuk surga pun tidak ingin mati dulu untuk mencapainya. Namun, kematian pasti menghampiri kita. Tidak ada yang bisa mengelak. Dan, memang harus demikian, karena kematian adalah buah terbaik dari kehidupan. Kematian membuat hidup berputar. Dengannya maka yang tua menyingkir untuk digantikan yang muda. Maaf bila terlalu dramatis menyampaikannya, namun memang begitu.

Waktu Anda terbatas, jadi jangan sia-siakan dengan menjalani hidup orang lain. Jangan terperangkap dengan dogma-yaitu hidup bersandar pada hasil pemikiran orang lain. Jangan biarkan omongan orang menulikan Anda sehingga tidak mendengar kata hati Anda. Dan yang terpenting, miliki keberanian untuk mengikuti kata hati dan intuisi Anda, maka Anda pun akan sampai pada apa yang Anda inginkan. Semua hal lainnya hanya nomor dua.



Ketika saya masih muda, ada satu penerbitan hebat yang bernama “The Whole Earth Catalog“, yang menjadi salah satu buku pintar generasi saya. Buku itu diciptakan oleh seorang bernama Stewart Brand yang tinggal tidak jauh dari sini di Menlo Park, dan dia membuatnya sedemikian menarik dengan sentuhan puitisnya. Waktu itu akhir 1960-an, sebelum era komputer dan desktop publishing, jadi semuanya dibuat dengan mesin tik, gunting, dan kamera polaroid. Mungkin seperti Google dalam bentuk kertas, 35 tahun sebelum kelahiran Google: isinya padat dengan tips-tips ideal dan ungkapan-ungkapan hebat. Stewart dan timnya sempat menerbitkan beberapa edisi “The Whole Earth Catalog”, dan ketika mencapai titik ajalnya, mereka membuat edisi terakhir. Saat itu pertengahan 1970-an dan saya masih seusia Anda. Di sampul belakang edisi terakhir itu ada satu foto jalan pedesaan di pagi hari, jenis yang mungkin Anda lalui jika suka bertualang. Di bawahnya ada kata-kata: “Stay Hungry. Stay Foolish.” (Jangan Pernah Puas. SelaluMerasa Bodoh). Itulah pesan perpisahan yang dibubuhi tanda tangan mereka. Stay Hungry. Stay Foolish. Saya selalu mengharapkan diri saya begitu. Dan sekarang, karena Anda akan lulus untuk memulai kehidupan baru, saya harapkan Anda juga begitu. Stay Hungry. Stay Foolish. (Diterjemahkan oleh Dewi Sri Takarini, alumni sebuah perguruan tinggi di Australia)

Label:

posted by HendraWoM @ 20.35   0 comments
Senin, 26 Mei 2008
Prinsip Magnet dan People Development ...
No one knows everything, but everyone can learn something...-Sean Gregory Derrick-

Pembaca, hari ini mari kita belajar dari prinsip magnet. Ini adalah salah satu cara saya mengilustrasikan proses pengembangan manusia. Magnet adalah logam yang mempunyai daya menarik logam besi di sekitarnya. Ia juga mempunyai daya menolak jika didekatkan dengan logam magnet lain yang berkutub sama.

Batu magnet (lodestones) ditemukan pertama kali di pegunungan Magnesia, Yunani. Banyak kebudayaan yang mempunyai cerita dan nama sendiri soal magnet. Lantas, bagaimanakah pengetahuan dan prinsip-prinsip magnet dapat dipakai untuk pengembangan orang?

Bahan Dasar Penting ...

Prinsip pertama, magnet hanya bisa menarik benda-benda yang mengandung muatan besi tertentu. Begitu pula dalam menciptakan daya magnet ini selanjutnya. Tidak semua materi dijadikan sumber magnet. Oleh karena itu, menjadi sangat berarti bahan dan kualitas dasar manusia yang akan dibentuk.

Minat, bakat, dan kemampuan dasar sering sangat menentukan. Banyak program pengembangan manusia gagal karena minus perhatian pada faktor di atas. Sehebat-hebatnya kemampuan menanam dan merawat pohon, bagaimana pun bibit pohon itu sangat menentukan. Jauh lebih mudah membentuk magnet dari logam besi ketimbang logam lainnya. Tidak semua logam bisa dijadikan magnet.

Oleh karena itu, sebelum membentuk seseorang menjadi sales, leader, ataupun profesi tertentu, penting pula memperhatikan bibit, bobot, dan bebetnya. Jim Collins dalam bukunya From Good to Great mengatakan, " Get the right people on your Bus "
Hanya orang-orang tertentu yang kita izinkan naik ke bus organisasi kita. Kalau tidak, mungkin kita akan buang-buang waktu saja.

Never Ending Improvement ...

Prinsip magnet kedua mengatakan batu magnet sebenarnya berasal dari batu besi biasa, yang karena proses exposure terus-menerus dengan gelombang magnet bumi, lantas berubah menjadi magnet berkekuatan yang luar biasa.

Bahkan, menurut legenda, kisah magnet dimulai dari Magnes, seorang gembala Yunani yang menemukan magnet alami pada saat tongkat besinya tertarik pada batu. Saking kuat dayanya, tongkat itu tidak bisa ditarik lagi. Si polos Magnes pun lari ketakutan. Itulah kekuatan magnet alami yang terekspose dengan medan daya magnet selama ratusan tahun. Kekuatan itu berbeda dengan kekuatan magnet buatan yang relatif lebih rendah. Nah, prinsip ini bisa kita jadikan referensi untuk pembentukan manusia dalam organisasi. Jika ingin bertahan lama, dibutuhkan proses CANI (Continuous and Never-Ending Improvement). Tidak sekadar instan dan hanya proses satu dan dua tahapan saja.

3 Proses

Prinsip ketiga terkait dengan upaya kita bisa membentuk dan menciptakan magnet buatan. Pertama-tama harus ada dulu sumbernya, yakni batu alami magnetik yang ditemukan dengan cara ditambang, sejenis batu berkandungan FerricOxide (FeO) yang sudah termagnetisasi. Dari sumber utama inilah magnet buatan lainnya dibentuk.

Pembentukannya pun bisa melalui tiga cara. Pertama, magnet alami digosokkan pada materi magnet. Hasilnya materi tersebut termagnetisasi. Tetapi memiliki kekuatan yang rendah. Kedua, metode magnetisasi elektrikal. Sebuah kawat dililitkan melingkari logam besi dan listrik dialirkan melalui lilitan tersebut. Proses ini membuat magnet lebih kuat. Ketiga, para ilmuwan telah menciptakan sebuah mesin yang disebut magnetizer.

Dalam hal ini, logam yang akan dijadikan magnet, dimasukkan dalam magnetizer ini. Dipertahankan kondisinya, dipengaruhi terus-menerus dalam lingkungan bermagnet ini untuk periode tertentu sehingga akhirnya magnet pun jadi terisi oleh magnetizer ini. Bagaimana analogi ini dipakai untuk pengembangan orang?

Prinsip pengembangan orang juga bisa dilakukan dengan tiga cara...

1. Cara pertama adalah mengekspose orang yang akan dikembangkan dengan ide-ide yang kita harapkan. Hal tersebut bisa dilakukan dengan memintanya membaca tulisan, berdialog, maupun arahan. Pokoknya diekspose dengan ide-ide positif. Tetapi, seperti yang dikatakan, efeknya seringkali sebentar.

2. Cara kedua melalui proses 'melilitkan' dengan orang-orang yang berpengalaman, melalui proses mentoring ataupun coaching terus-menerus. Hal ini biasanya akan menciptakan hasil yang lebih bertahan.

3. Namun, ada hasil yang lebih optimal, yakni dengan dimasukkan dalam 'magnetizer'. Cara ini bisa berarti, dikondisikan dalam ruang pelatihan yang intensif seperti kelas. Setelahnya dikendalikan dalam latihan panjang di lapangan di mana orang itu diekspose dengan kondisi yang memungkinkan ia mengembangan kapasitasnya.

Jangan pikir tulisan ini hanya untuk Anda yang memimpin orang lain. Prinsip-prinsip ini pun sebenarnya tidak hanya untuk pengembangan orang lain. Tetapi juga bagi diri kita sendiri.

Selamat mencoba!

Sumber : Antonio Dio Martin



Label:

posted by HendraWoM @ 03.43   0 comments
Rabu, 21 Mei 2008
Keberanian yang Dapat Mengubah Kehidupan ...
"Tears will not erase your sorrow; Hope does not make you successful ;Courage will get you there."
Setiap hari kita mempunyai peluang yang menguntungkan, entah itu dalam skala kecil maupun besar. Bila kita cukup berani, maka peluang-peluang tersebut akan menjadi keberuntungan yang besar. Sebab keberanian akan menimbulkan aksi yang signifikan. Keberanian adalah suatu sikap untuk berbuat sesuatu dengan tidak terlalu merisaukan kemungkinan--kemungkinan buruk.

Aristotle mengatakan bahwa, "The conquering of fear is the beginning of wisdom. Kemampuan menaklukkan rasa takut merupakan awal dari kebijaksanaan."
Artinya, orang yang mempunyai keberanian akan mampu bertindak bijaksana tanpa dibayangi ketakutan-ketakutan yang sebenarnya merupakan halusinasi belaka. Orang-orang yang mempunyai keberanian akan sanggup menghidupkan mimpi-mimpi dan mengubah kehidupan pribadi sekaligus orang-orang di sekitarnya.
Beberapa abad yang silam Virgil mengatakan, "Fortune favors the bold. - Keberuntungan menyukai keberanian." Marilah kita belajar dari para tokoh olah raga yang mempunyai prestasi berskala internasional, yaitu Carl Lewis, Michael Jordan, Marilyn King dan lain sebagainya. Mereka mempunyai keberanian yang tinggi untuk menepis segala kekhawatiran akan keterbatasan dalam diri mereka. Karena itulah mereka mampu berprestasi di bidang olah raga dan tampil sebagai tokoh yang berkarakter. Kita juga mempunyai peluang yang sama besar di bidang yang sama ataupun di bidang lain, misalnya di bidang seni, politik, bisnis, ilmu pengetahuan, filsafat dan lain sebagainya. Tetapi apakah kita sudah mempunyai cukup keberanian menangkap peluang yang datang setiap hari itu dan mengubahnya menjadi prestasi hidup ?
Hanya diri kita yang mampu mengukur apakah keberanian kita cukup besar. Marilyn King mengatakan bahwa keberanian kita secara garis besar dipengaruhi oleh 3 hal, yaitu :
1. Visi (vision)
2. Tindakan nyata (action), dan
3. Semangat (passion)
Ketiga hal tersebut mampu mengatasi rasa khawatir, ketakutan, dan memudahkan kita meraih impian-impian.
Sementara itu, peluang datang terkadang dengan cara yang tidak terduga. Jika sudah mengetahui secara pasti apa yang kita inginkan dan sudah melakukan tindakan, maka hal itu akan meningkatkan keberanian untuk tidak pernah menyerah sebelum benar-benar berhasil.
Faktor ketiga yang berpengaruh terhadap tingkat keberanian adalah semangat (passion). Mungkin kita akan terinspirasi semangat seorang olah ragawan Carl Lewis. Dirinya tidak merasa khawatir atau takut akan mengalami kekalahan dalam pertandingan karena ia mempunyai semangat yang tinggi. Semangat Carl Lewis memompa keberaniannya melewati bermacam kesulitan, sehingga ia berhasil meraih 22 medali emas diantaranya : 9 dari olimpiade/Games, 8 dari World Championship, 2 dari Pan America Games.
Ayahnya adalah orang yang paling berjasa dibalik keberaniannya itu. Ayahnya adalah orang yang tidak pernah bosan memberikan dorongan motivasi. Sehingga ketika ayahnya meninggal dunia pada tahun 1987 akibat serangan penyakit kanker, Carl Lewis menguburkan salah satu medali emas dari perlombaan lari 100 m yang paling disukai ayahnya. Dia berjanji untuk mendapatkan kembali medali itu. Semangat Carl Lewis meningkatkan keberaniaannya menembus halangan, hingga ia kembali berhasil mengumpulkan 9 medali emas beberapa tahun kemudian.
Seperti juga Jens Lehmann, Carl Lewis adalah salah satu contoh orang sukses. Ia mempunyai keberanian yang tinggi untuk melakukan sesuatu yang tidak bisa atau tidak akan pernah dikerjakan oleh orang-orang yang biasa-biasa saja. Mereka konsisten menciptakan kemajuan terus menerus. Mereka senantiasa mempunyai keberanian yang tinggi untuk mengubah kehidupan karenamereka mempunyai visi, melakukan aksi dan mempunyai semangat yang luar biasa.
Sumber: Keberanian yang Dapat Mengubah Kehidupan oleh Andrew Ho

Label:

posted by HendraWoM @ 01.26   0 comments
Antusiasme Team

Team ...

Anda tidak mungkin menemukan kecemerlangan yang telah dijanjikan untuk Anda - bila Anda tidak bersedia untuk membawa diri Anda melampaui kesulitan dan halangan dalam perjalanan Anda.

Antusiasme adalah kekuatan mental yang memastikan bahwa Anda selalu berperan lebih besar dari semua masalah Anda.

Bahkan, antusiasme dapat menjadikan kualitas perjalanan Anda - sebagai sebuah keberhasilan tersendiri.

(Mario Teguh - The Miracle of Enthusiasm)

Label:

posted by HendraWoM @ 00.47   0 comments
Sabtu, 10 Mei 2008
Kelola Energi Anda !

"Energilah faktor utama tingginya kinerja, bukan waktu"

-Jim Loehr & Tony Schwartz, penulis "The Power of Full Engagement"-

Saya sering menjumpai orang yang merasa bangga sekaligus memelas terkait dengan ketergantungannya pada jam kerja yang berlebihan. Orang ini tampaknya bermasalah dengan waktu, tapi lebih-lebih sebenarnya mereka punya masalah dengan energinya.

Dari mereka, ada yang berkomentar, "Waduh, kalau tidak ngelembur, pasti pekerjaan saya tidak bakal beres." Komentar kain, "Namanya juga kerja di perusahaan kami, kalau enggak lembur, rasanya belum jadi karyawan yang sesungguhnya" atau " Kalau enggak pukul sembilan malam, belum bisa pulang. Kadang Sabtu dan Minggu juga masuk kantor."

Memang, tidak ada yang mampu menghentikan waktu. Sementara itu, banyak orang yang terobsesi dengan waktu sebagai tolok ukur produktivitas. Seolah-olah orang yang sudah menghabiskan banyak waktu, dengan sendirinya dinilai sebagai orang produktif.

Inilah salah kaprah yang banyak terjadi dalam konteks 'bekerja' sekarang. Orang berlomba-lomba mengelola waktu. Padahal, yang sebenarnya fundamental adalah mengelola energi untuk bekerja.

Ada kisah menarik. Seorang manajer perempuan terbiasa bekerja hingga larut malam. Biasanya, dia baru hengkang dari kantor pukul sembilan atau 10 malam. Bisa jadi, dia adalah orang yang gila kerja (workalholic) . Kebiasaan ini dia bawa sampai ketika menikah.

Suaminya pun sempat melayangkan ultimatum. "Kamu pilih kerja atau keluargamu? Kalau kamu tetap pulang selarut itu, lebih baik kamu berhenti bekerja! Toh penghasilan saya bisa lebih dari cukup buat menghidupi kamu. Saya ijinkan kamu bekerja maksimal sampai pukul enam sore. Sadarlah, keluarga kamu membutuhkanmu, " keluh suaminya.

Perempuan karir itu pun akhirnya mendengarkan opini suaminya. Akhirnya, dia mengaku, sejak mendapat ultimatum itu dia berusaha menata dan mengatur lagi energinya dalam bekerja. Dia merasa tidak lagi membuang-buang energi untuk suatu yang sia-sia.

Dia bercerita, sudah hampir 1,5 tahun bisa pulang ke rumah on time! Malah, bisa pulang dan menyelesaikan pekerjaan sebelum pukul enam sore. Dia pun merasa punya banyak waktu buat keluarga. Mereka pun bahagia.

Nah, dalam mengelola energi, prinsipnya bukan berapa banyak waktu yang dihabiskan. Tetapi, berapa banyak energi yang dicurahkan dalam mengerjakan sesuatu pekerjaan.

Jadi, seorang yang bekerja dua jam saja tetapi dengan energi 100%. Itu sama efektifnya dengan mereka yang bekerja empat jam, tetapi hanya mempunyai energi 50%.

Artinya, lamanya waktu bekerja tidak selalu berbanding lurus dengan produktivitas kerja. Waktu lama tidak identik dengan kerja produktif. Karena itu, tantangannya adalah bagaimana dengan waktu terbatas, orang mampu mengerjakan banyak hal sesuai target dan dikerjakan dengan sebaik mungkin. Pada titik inilah, manajemen energi menjadi penting. Orang mampu bekerja baik jika mempunyai energi yang berlimpah. Bekerja dengan total energi, itulah kuncinya.

3 Tips penting...

Ada tiga tips penting untuk mengelola energi ini. Hal ini diinspirasikan dari jawaban atas pertanyaan yang banyak muncul dalam workshop Kecerdasan Emosional yang saya fasilitasi.

Yakni, pertama, menghindari banyaknya kebocoran emosi. Kebocoran emosi terjadi bila hati kita tinggal separuh saat mengerjakan tugas. Kita bekerja dengan setengah hati. Inilah yang terjadi saat tubuh beraktivitas, tetapi pikiran dan hati kita melayang ke tempat lain. Akibatnya, kita tidak bisa fokus bekerja. Pekerjaan yang dikerjakan dengan semangat setengah-setengah juga akan menghasilkan buah yang setengah-setengah juga. Banyak eksekutif sukses karena kemampuan mereka mengatasi kebocoran emosi ini. Mereka bekerja dengan hati, pikiran, dan raga yang total 'hadir' berada di tempat dia bekerja. Dalam pepatah Latin disebut Age Quod Agis, bekerja dengan totalitas penuh!

Kedua, kemampuan untuk tidak menunda-nunda pekerjaan. Sifat menunda-nunda pekerjaan (procrastination) merupakan kebiasaan yang bisa menghabiskan banyak energi kerja kita. Setelah ditunda, justru pekerjaan akan semakin susah diselesaikan. Pekerjaan lain menyusul dan akhirnya menumpuk. Bahkan, orang yang cenderung menunda pekerjaan justru akhirnya tidak mengerjakan apa-apa. Dalam bukunya Eat the Frog, Brian Trcay menyarankan justru pekerjaan yang sulit (diibaratkan seperti katak paling besar dan jelek) yang harus ditangani dulu, sehingga pekerjaan yang sulit menjadi lebih mudah diselesaikan.

Kita dituntut mampu membuat prioritas pekerjaan. Semakin sulit dan menyebalkan, sebaiknya ditangani dulu. Sebab kalau tidak, mungkin akhirnya tidak akan pernah kita sentuh lagi.

Ketiga, tidak menunggu waktu yang tepat untuk memulai. Banyak orang menunda dan mempersiapkan pekerjaan secara bertele-tele. Mereka menunggu mood datang. Padahal datangnya mood tidak bisa ditebak. Tidak ada waktu yang tepat selain memaksa untuk memulainya. Kalaupun tidak merasa nyaman, mulailah dengan standar rendah dengan mencoba membuat draft terlebih dahulu. Perlahan-lahan barulah dipoles menjadi sempurna.

Kita belajar dari seorang penulis. Seorang penulis tidak bisa disebut penulis jika tidak menulis. Tulisan tidak bakal jadi, jika tidak mulai menulis. Penulis yang hanya menunggu mood, tidak akan produktif menghasilkan tulisan. Harus ada disiplin. Di sini, diperlukan sikap contra agere, melawan kencenderungan negatif. Kalau cenderung menunda pekerjaan, lawanlah dengan mengerjakannya dengan total.

Team, alangkah nyamannya kalau dengan waktu yang relatif singkat, kita mampu menyelesaikan banyak hal dari pekerjaan kita. Bayangkan seandainya kita mampu mulai mengelola energi kita dengan baik. Selain pekerjaan kita selesai, kita juga punya waktu untuk keluarga dan kehidupan pribadi kita. Mengertikah Anda sekarang, mengapa pengelolaan energi adalah pegelolaan atas kualitas hidup kita? Sekali lagi, kualitas hidup Anda tergantung dari energi yang Anda kelola!

Sumber: Kelola Energi Anda! oleh Anthony Dio Martin ..

SEMOGA BERMANFAAT

Label:

posted by HendraWoM @ 21.22   0 comments
Merebut Kesuksesan Melalui Visualisasi Positif ...


Ketika anda membayangkan sesuatu melalui pikiran, kira-kira apa yang terpancar dalam benak anda : apakah anda membayangkan sebuah pencapaian, apresiasi dan kemenangan atau sebaliknya, kegagalan dan keterpurukan?

Sejumlah riset menunjukkan bahwa ternyata visualisasi memberikan pengaruh kuat terhadap kinerja kita.

Ketika imajinasi kita selalu dihantam oleh bayangan keterpurukan dan pesimisme, maka jaringan otak kita perlahan-lahan akan mendorong kita untuk benar-benar mengalami keterpurukan.

Sebaliknya, ketika kita selalu membangun bayangan positif tentang diri kita, maka kita sesungguhnya tengah memulai dan memperkuat "cara kerja yang sempurna" di dalam otak kita. Pada gilirannya, jaringan sel dalam otak ini akan mampu mendorong kita untuk juga meraih kesempurnaan dalam kinerja nyata.

Olahragawan dan atlet telah mengkhayal bertahun-tahun untuk menjadi sempurna. Dan pada kenyataannya, satu dari pemain golf dunia, Jack Nicklaus, menempatkan 50 persen kesuksesannya karena ia rajin membangun visualisasi positif.

Lalu bagaimana melakukan visualisasi positif yang baik? Berikut langkah-langkah praktis yang dapat dilakukan:

Pertama adalah, menentukan tujuan yang jelas dan menantang, tujuan yang ingin anda capai. Bisa bersifat general seperti: menciptakan image yang bagus dalam sebuah sesi wawancara. Atau bersifat spesifik seperti: peningkatan penjualan.

Kemudian mulailah melakukan visualisasi :

1. Relaks... Ini akan membuat otak anda lebih terbuka untuk memulai dan memperkuat "cara kerja yg benar"

2. Fokuskan perhatian anda pada tugas yang ada

3. Bayangkan tujuan anda sedetail mungkin. Bayangkan segalanya: lokasi, situasi, orang yang akan hadir dan seterusnya

Lalu, libatkan emosi anda. Bagaimana rasanya mampu meraih sasaran anda dengan sempurna? Menyertakan perasaan dan emosi akan memperkuat sistem "cara kerja benar" dalam otak anda.

Selanjutnya lakukan hal yang sama berulang-ulang. Untuk mendapat hasil yang optimal, lakukan visualisasi positif setiap kali anda mempunyai waktu luang, sekurangnya tiga kali sehari : ketika anda bangun, ketika anda akan tidur dan sekali disela-sela rutinitas pekerjaa anda.

Selamat bervisualisasi positif. Dan yakinlah, bahwa anda pasti akan berhasil...

-Jens Lehmann Inc.-

Label:

posted by HendraWoM @ 21.13   0 comments
Selasa, 06 Mei 2008
Kebutuhan Dasar Manusia

Manusia memiliki kebutuhan primitive yaitu

MENCARI NIKMAT, MENGHINDARI SENGSARA

Ini merupakan sifat paling dasar yang dimiliki oleh manusia, bahkan hewan sekalipun. Coba anda ingat-ingat pernahkan anda dalam satu perjalanan ketika anda mengendarai mobil anda, Anda merasa sangat terintimidasi tertindas oleh pengendara motor yang se-enaknya saja memotong jalan anda, 1 motor, 2 motor, motor ketiga hamper kenak lagi, anda pasti mengumpat dalam hati “ada lagi yang mau nyrempet aku tabrakin aja sekalian”,

Tapi apa yang terjadi ketika anda mencoba untuk menabrakkan mobil anda ke motor yang keempat yang ingin menyerempet anda, secara spontan otak bawah sadar anda menghindar dan memastikan mobil anda tidak menabrak motor tersebut. Otak bawah sadar kita memproses bahwa jika kita menabrak pasti urusannya panjang, mobil jadi rusak, anda capek ke bengkel, keluar uang lebih, dengan kesimpulan sengsara harus dihindari, sehingga mobil tidak boleh menabrak. Otak bawah sadar akan memerintahkan kita untuk menghindari sengsara.

Label:

posted by HendraWoM @ 21.24   0 comments

Ut enim ad minim veniam, ullamco laboris nisi ut labore et dolore magna aliqua. Ut aliquip ex ea commodo consequat. Consectetur adipisicing elit, lorem ipsum dolor sit amet, eu fugiat nulla pariatur. In reprehenderit in voluptate ut labore et dolore magna aliqua.

Quis nostrud exercitation ut aliquip ex ea commodo consequat. Cupidatat non proident, eu fugiat nulla pariatur. Sunt in culpa ut enim ad minim veniam, excepteur sint occaecat. Consectetur adipisicing elit.

About Blog
My Dream, My Dignity,My Passion, My Family, My Temptation, My True Love, My World, My Journey, My Insight

Previous Post
Archives
Title
Quis nostrud exercitation ut aliquip ex ea commodo consequat. Cupidatat non proident, eu fugiat nulla pariatur. Sunt in culpa ut enim ad minim veniam, excepteur sint occaecat. Consectetur adipisicing elit.
Links
Templates by
Blogger Templates