My Live Project
|
| Sabtu, 31 Mei 2008 |
| Review Bebek Tunjungan |
Hari minggu yang cerah aku bersama teman berencana untuk mengunjungi salah satu teman yang baru saja mendapatkan anak pertamanya. Anaknya lucu banget, tapi bukan itu yang mau aku bahas disini, setelah berkunjung kekontrakannya kami makan siang di bebek tunjungan. Bagaimana rasanya wuihhh muaaantaaap bro...
Aku coba cari di google review-reviewnya ternyata memang sama dengan yang aku rasakan. Nanti di Cibubur Junction katanya mau dibuka juga loh... coba in aja
Label: Warungku |
posted by HendraWoM @ 03.35   |
|
|
|
|
| Bagaimana cara mengganti template blogspot |
Mengganti template sebenarnya cukup mudah anda tinggal copy & paste dari template - template gratis yang ada di jagad Blog seperti template ini untuk template lainnya dapat anda download disini . Untuk blog ini aku menggunakan template deep blue.
Cara untuk memasang template setelah anda download templatenya, buka bagian admin blog anda dan klik bagian layout
Klik Edit HTML kemudian upload file tersebut dengan BROWSE file dimana anda menaruh filenya.

Sudah deh tinggal dilihat hasilnya. Selamat mencoba yahhh Gampangkan !?
Label: Tutorial |
posted by HendraWoM @ 03.14   |
|
|
|
| Senin, 26 Mei 2008 |
| Prinsip Magnet dan People Development ... |
No one knows everything, but everyone can learn something...-Sean Gregory Derrick-
Pembaca, hari ini mari kita belajar dari prinsip magnet. Ini adalah salah satu cara saya mengilustrasikan proses pengembangan manusia. Magnet adalah logam yang mempunyai daya menarik logam besi di sekitarnya. Ia juga mempunyai daya menolak jika didekatkan dengan logam magnet lain yang berkutub sama.
Batu magnet (lodestones) ditemukan pertama kali di pegunungan Magnesia, Yunani. Banyak kebudayaan yang mempunyai cerita dan nama sendiri soal magnet. Lantas, bagaimanakah pengetahuan dan prinsip-prinsip magnet dapat dipakai untuk pengembangan orang?
Bahan Dasar Penting ...
Prinsip pertama, magnet hanya bisa menarik benda-benda yang mengandung muatan besi tertentu. Begitu pula dalam menciptakan daya magnet ini selanjutnya. Tidak semua materi dijadikan sumber magnet. Oleh karena itu, menjadi sangat berarti bahan dan kualitas dasar manusia yang akan dibentuk.
Minat, bakat, dan kemampuan dasar sering sangat menentukan. Banyak program pengembangan manusia gagal karena minus perhatian pada faktor di atas. Sehebat-hebatnya kemampuan menanam dan merawat pohon, bagaimana pun bibit pohon itu sangat menentukan. Jauh lebih mudah membentuk magnet dari logam besi ketimbang logam lainnya. Tidak semua logam bisa dijadikan magnet.
Oleh karena itu, sebelum membentuk seseorang menjadi sales, leader, ataupun profesi tertentu, penting pula memperhatikan bibit, bobot, dan bebetnya. Jim Collins dalam bukunya From Good to Great mengatakan, " Get the right people on your Bus " Hanya orang-orang tertentu yang kita izinkan naik ke bus organisasi kita. Kalau tidak, mungkin kita akan buang-buang waktu saja.
Never Ending Improvement ...
Prinsip magnet kedua mengatakan batu magnet sebenarnya berasal dari batu besi biasa, yang karena proses exposure terus-menerus dengan gelombang magnet bumi, lantas berubah menjadi magnet berkekuatan yang luar biasa.
Bahkan, menurut legenda, kisah magnet dimulai dari Magnes, seorang gembala Yunani yang menemukan magnet alami pada saat tongkat besinya tertarik pada batu. Saking kuat dayanya, tongkat itu tidak bisa ditarik lagi. Si polos Magnes pun lari ketakutan. Itulah kekuatan magnet alami yang terekspose dengan medan daya magnet selama ratusan tahun. Kekuatan itu berbeda dengan kekuatan magnet buatan yang relatif lebih rendah. Nah, prinsip ini bisa kita jadikan referensi untuk pembentukan manusia dalam organisasi. Jika ingin bertahan lama, dibutuhkan proses CANI (Continuous and Never-Ending Improvement). Tidak sekadar instan dan hanya proses satu dan dua tahapan saja.
3 Proses
Prinsip ketiga terkait dengan upaya kita bisa membentuk dan menciptakan magnet buatan. Pertama-tama harus ada dulu sumbernya, yakni batu alami magnetik yang ditemukan dengan cara ditambang, sejenis batu berkandungan FerricOxide (FeO) yang sudah termagnetisasi. Dari sumber utama inilah magnet buatan lainnya dibentuk.
Pembentukannya pun bisa melalui tiga cara. Pertama, magnet alami digosokkan pada materi magnet. Hasilnya materi tersebut termagnetisasi. Tetapi memiliki kekuatan yang rendah. Kedua, metode magnetisasi elektrikal. Sebuah kawat dililitkan melingkari logam besi dan listrik dialirkan melalui lilitan tersebut. Proses ini membuat magnet lebih kuat. Ketiga, para ilmuwan telah menciptakan sebuah mesin yang disebut magnetizer.
Dalam hal ini, logam yang akan dijadikan magnet, dimasukkan dalam magnetizer ini. Dipertahankan kondisinya, dipengaruhi terus-menerus dalam lingkungan bermagnet ini untuk periode tertentu sehingga akhirnya magnet pun jadi terisi oleh magnetizer ini. Bagaimana analogi ini dipakai untuk pengembangan orang?
Prinsip pengembangan orang juga bisa dilakukan dengan tiga cara...
1. Cara pertama adalah mengekspose orang yang akan dikembangkan dengan ide-ide yang kita harapkan. Hal tersebut bisa dilakukan dengan memintanya membaca tulisan, berdialog, maupun arahan. Pokoknya diekspose dengan ide-ide positif. Tetapi, seperti yang dikatakan, efeknya seringkali sebentar.
2. Cara kedua melalui proses 'melilitkan' dengan orang-orang yang berpengalaman, melalui proses mentoring ataupun coaching terus-menerus. Hal ini biasanya akan menciptakan hasil yang lebih bertahan.
3. Namun, ada hasil yang lebih optimal, yakni dengan dimasukkan dalam 'magnetizer'. Cara ini bisa berarti, dikondisikan dalam ruang pelatihan yang intensif seperti kelas. Setelahnya dikendalikan dalam latihan panjang di lapangan di mana orang itu diekspose dengan kondisi yang memungkinkan ia mengembangan kapasitasnya.
Jangan pikir tulisan ini hanya untuk Anda yang memimpin orang lain. Prinsip-prinsip ini pun sebenarnya tidak hanya untuk pengembangan orang lain. Tetapi juga bagi diri kita sendiri.
Selamat mencoba!
Sumber : Antonio Dio Martin
Label: MOTIVASI |
posted by HendraWoM @ 03.43   |
|
|
|
| Minggu, 25 Mei 2008 |
| HASIL BALAPAN F1 - MONACO |
Race Results GP Monaco Pos Driver Nat Team Time 1. Lewis Hamilton GB McLaren-Mercedes 2:00:42.272 2. Robert Kubica PL BMW Sauber + 3.069 3. Felipe Massa BR Ferrari + 4.811 4. Mark Webber AUS Red Bull-Renault + 19.264 5. Sebastian Vettel D Toro Rosso-Ferrari + 24.657 6. Rubens Barrichello BR Honda + 28.408 7. Kazuki Nakajima J Williams-Toyota + 30.180 8. Heikki Kovalainen FIN McLaren-Mercedes + 33.191 9. Kimi Raikkonen FIN Ferrari + 33.793 10. Fernando Alonso E Renault -1 lap 11. Jenson Button GB Honda -1 lap 12. Timo Glock D Toyota -1 lap 13. Jarno Trulli I Toyota -1 lap 14. Nick Heidfeld D BMW Sauber -4 laps DNF Adrian Sutil D Force India-Ferrari on lap 67 Accident DNF Nico Rosberg D Williams-Toyota on lap 58 Spun DNF Nelson A. Piquet BR Renault on lap 46 Spun DNF Giancarlo Fisichella I Force India-Ferrari on lap 37 Accident DNF David Coulthard GB Red Bull-Renault on lap 13 Accident DNF Sebastien Bourdais F Toro Rosso-Ferrari on lap 13 Accident Standings after Monaco GP Drivers' Championship: Pos Driver Nat Team Points 1. Lewis Hamilton GB McLaren-Mercedes 38 2. Kimi Raikkonen FIN Ferrari 35 3. Felipe Massa BR Ferrari 34 4. Robert Kubica PL BMW Sauber 32 5. Nick Heidfeld D BMW Sauber 20 6. Heikki Kovalainen FIN McLaren-Mercedes 15 7. Mark Webber AUS Red Bull-Renault 15 8. Jarno Trulli I Toyota 9 9. Fernando Alonso E Renault 9 10. Nico Rosberg D Williams-Toyota 8 11. Kazuki Nakajima J Williams-Toyota 7 12. Sebastian Vettel D Toro Rosso-Ferrari 4 13. Rubens Barrichello BR Honda 3 14. Jenson Button GB Honda 3 15. Sebastien Bourdais F Toro Rosso-Ferrari 2 Manufacturers' Championship: Pos Driver Nat Points 1. Ferrari I 69 2. McLaren-Mercedes GB 53 3. BMW D 52 4. Williams-Toyota GB 15 5. Red Bull-Renault A 15 6. Toyota J 9 7. Renault F 9 8. Honda J 6 9. Toro Rosso-Ferrari I 6 Label: Motorsport |
posted by HendraWoM @ 21.26   |
|
|
|
| Rabu, 21 Mei 2008 |
| Keberanian yang Dapat Mengubah Kehidupan ... |
"Tears will not erase your sorrow; Hope does not make you successful ;Courage will get you there." Setiap hari kita mempunyai peluang yang menguntungkan, entah itu dalam skala kecil maupun besar. Bila kita cukup berani, maka peluang-peluang tersebut akan menjadi keberuntungan yang besar. Sebab keberanian akan menimbulkan aksi yang signifikan. Keberanian adalah suatu sikap untuk berbuat sesuatu dengan tidak terlalu merisaukan kemungkinan--kemungkinan buruk.
Aristotle mengatakan bahwa, "The conquering of fear is the beginning of wisdom. Kemampuan menaklukkan rasa takut merupakan awal dari kebijaksanaan." Artinya, orang yang mempunyai keberanian akan mampu bertindak bijaksana tanpa dibayangi ketakutan-ketakutan yang sebenarnya merupakan halusinasi belaka. Orang-orang yang mempunyai keberanian akan sanggup menghidupkan mimpi-mimpi dan mengubah kehidupan pribadi sekaligus orang-orang di sekitarnya. Beberapa abad yang silam Virgil mengatakan, "Fortune favors the bold. - Keberuntungan menyukai keberanian." Marilah kita belajar dari para tokoh olah raga yang mempunyai prestasi berskala internasional, yaitu Carl Lewis, Michael Jordan, Marilyn King dan lain sebagainya. Mereka mempunyai keberanian yang tinggi untuk menepis segala kekhawatiran akan keterbatasan dalam diri mereka. Karena itulah mereka mampu berprestasi di bidang olah raga dan tampil sebagai tokoh yang berkarakter. Kita juga mempunyai peluang yang sama besar di bidang yang sama ataupun di bidang lain, misalnya di bidang seni, politik, bisnis, ilmu pengetahuan, filsafat dan lain sebagainya. Tetapi apakah kita sudah mempunyai cukup keberanian menangkap peluang yang datang setiap hari itu dan mengubahnya menjadi prestasi hidup ? Hanya diri kita yang mampu mengukur apakah keberanian kita cukup besar. Marilyn King mengatakan bahwa keberanian kita secara garis besar dipengaruhi oleh 3 hal, yaitu : 1. Visi (vision) 2. Tindakan nyata (action), dan 3. Semangat (passion) Ketiga hal tersebut mampu mengatasi rasa khawatir, ketakutan, dan memudahkan kita meraih impian-impian. Sementara itu, peluang datang terkadang dengan cara yang tidak terduga. Jika sudah mengetahui secara pasti apa yang kita inginkan dan sudah melakukan tindakan, maka hal itu akan meningkatkan keberanian untuk tidak pernah menyerah sebelum benar-benar berhasil. Faktor ketiga yang berpengaruh terhadap tingkat keberanian adalah semangat (passion). Mungkin kita akan terinspirasi semangat seorang olah ragawan Carl Lewis. Dirinya tidak merasa khawatir atau takut akan mengalami kekalahan dalam pertandingan karena ia mempunyai semangat yang tinggi. Semangat Carl Lewis memompa keberaniannya melewati bermacam kesulitan, sehingga ia berhasil meraih 22 medali emas diantaranya : 9 dari olimpiade/Games, 8 dari World Championship, 2 dari Pan America Games. Ayahnya adalah orang yang paling berjasa dibalik keberaniannya itu. Ayahnya adalah orang yang tidak pernah bosan memberikan dorongan motivasi. Sehingga ketika ayahnya meninggal dunia pada tahun 1987 akibat serangan penyakit kanker, Carl Lewis menguburkan salah satu medali emas dari perlombaan lari 100 m yang paling disukai ayahnya. Dia berjanji untuk mendapatkan kembali medali itu. Semangat Carl Lewis meningkatkan keberaniaannya menembus halangan, hingga ia kembali berhasil mengumpulkan 9 medali emas beberapa tahun kemudian. Seperti juga Jens Lehmann, Carl Lewis adalah salah satu contoh orang sukses. Ia mempunyai keberanian yang tinggi untuk melakukan sesuatu yang tidak bisa atau tidak akan pernah dikerjakan oleh orang-orang yang biasa-biasa saja. Mereka konsisten menciptakan kemajuan terus menerus. Mereka senantiasa mempunyai keberanian yang tinggi untuk mengubah kehidupan karenamereka mempunyai visi, melakukan aksi dan mempunyai semangat yang luar biasa. Sumber: Keberanian yang Dapat Mengubah Kehidupan oleh Andrew Ho
Label: MOTIVASI |
posted by HendraWoM @ 01.26   |
|
|
|
|
| Antusiasme Team |
Team ...
Anda tidak mungkin menemukan kecemerlangan yang telah dijanjikan untuk Anda - bila Anda tidak bersedia untuk membawa diri Anda melampaui kesulitan dan halangan dalam perjalanan Anda.
Antusiasme adalah kekuatan mental yang memastikan bahwa Anda selalu berperan lebih besar dari semua masalah Anda.
Bahkan, antusiasme dapat menjadikan kualitas perjalanan Anda - sebagai sebuah keberhasilan tersendiri.
(Mario Teguh - The Miracle of Enthusiasm) Label: MOTIVASI |
posted by HendraWoM @ 00.47   |
|
|
|
|
| Ruwet |
Sudah lama kita berada dalam kehidupan yang bersifat individualisme, egois, semau gue dan mau menang sendiri. Rasa kebersamaan, senasib dan sepenanggungan, sirna di bawah ideologi kebendaan, materialistik, hedonisme dan kapitalisme. Akhirnya muncul suatu opini yang selalu mengedepankan MITOS dari pada akal sehat, serta timbul krisis pembenaran terhadap problem etika sosial yang keliru, seperti contoh orang dihalalkan mencuri atau menjarah, karena kesulitan ekonomi yang melilit, orang bisa seenaknya menghina, bahkan membicarakan aib saudaranya, merampas hak orang lain, KORUPSI karena merasa memiliki kekuasaan, serta menyalahkan orang lain demi untuk menutupi arogansi kepentingan pribadi, dan masih banyak lagi opini yang menjadi brain image di masyarakat kita saat ini, sehingga kita dibelenggu oleh kesemrawutan.
Umumnya orang melihat dan mengukur seseorang dari penampilan, atribut, jabatan, simbol, pangkat, status sosial dan posisinya di tengah masyarakat. Hampir seluruhnya dari kita lenyap disitu, sehingga mutunya jadi enteng & hampa. Jika itu olok ukurnya, ikatan persaudaraanpun jadi semu, longgar dan tidak berarti. Semua diukur serba kebendaan dan materialistik. Kita ingin mendekat pada seseorang karena materi dan statusnya. Kita menelpon seseorang dan bersilaturahmi ketika ada kepentingan yang dikejar. KEPENTINGAN. Kata ini menjadi "KUNCI" kemana arah kehidupan kita bergulir. Kebijakan dibuat sedemikian rupa lantaran kepentingan. Celakanya, jika kepentingan dikaitkan dengan pribadi dan kelompok. Tak peduli, apakah kebi jakan itu bertabrakan dengan kepentigan orang banyak. Seperti contoh proyek busway, lumpur lapindo, sengketa tanah, serta urusan kaki lima yang selalu dikejar-kejar trantib. Itulah yang terjadi hari ini. Rasa MALU kita jadi hilang, lantaran KEPENTINGAN. Jika kepentingan individu dan kelompok lebih dominan, otomatis kepentingan orang banyak dikorbankan, sehingga kebijakan dibuat tidak manusiawi lagi. Seperti cerita diatas, bentuk kongkrit belenggu kesemrawutan dari cara berfikir kita, dapat dilihat dalam keseharian seperti, kemacetan dijalan, yang disebabkan oleh ketidak teraturan, pelanggaran disiplin, egois, serta sikap mental yang apatis dan kurang perduli terhadap keadaan. Secara tidak langsung belenggu ini, menurunkan nilai kehormatan dan kesadaran sebagai mahluk yang luhur. Belenggu kesemrawutan ini terjadi karena di dalam masyarakat kita ada 3 golongan manusia, yaitu : 1. Golongan Pejuang Golongan orang-orang yang mau bekerja tanpa pamrih, tanpa komentar dan tanpa diperintah serta tanpa diiming-iming, mereka selalu siap ketika dibutuhkan, khususnya dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. 2. Golongan Pekerja Golongan orang-orang yang mau bekerja karena ada pamrih, karena mengharapkan popularitas, pujian serta hanya sibuk mengejar kepentingannya sendiri. 3. Golongan penjahat Golongan orang-orang yang mengorbankan kepentingan orang lain, merampas hak rakyat dan tidak perduli orang lain menderita, demi untuk kepentingan pribadi dan kelompoknya. Saat ini untuk sementara, menurut survei para ulama, yang terbanyak saat ini adalah golongan pekerja dan penjahat, makanya bangsa kita jadi carut marut, acak adut, bau kentut, karena dirongrong oleh orang-orang yang sibuk mencari pamrih dan popularitas, juga orang-orang yang bahagia serta menari-nari diatas penderitaan orang lain. Sedangkan golongan pejuang hanya sedikit dari total komunitas. Nah !, termasuk golongan manakah kita ?. Apabila kita, kilas balik 62 tahun yang lalu, pada saat pergerakan fisik melawan imperialisme, bangsa Indonesia dapat meraih kemerdekaan dengan senjata konvensional, seperti bambu runcing. Karena pada waktu itu banyak pejuang yang rela mengorbankan waktu, tenaga, pikiran bahkan jiwa raga serta keluarga yang dicintainya, yang mana pengorbanan pejuang tersebutlah yang akhirnya menghantarkan bangsa Indonesia kepintu gerbang kemerdekaan. Allah menciptakan sejarah untuk diingat. Kisah orang-orang dulu ditulis untuk dijadikan pelajaran. Sungguh malang nasib orang-orang yang tak mau belajar dari sejarah. Ia akan terjerumus dalam kubangan hina. Nasibnya akan diabadikan dalam sejarah dengan ornamen hitam. Berkaca diri. Ya, bisa jadi kita memang harus banyak ngaca. Kita akan melihat diri dan kemampuan kita, termasuk dalam memilih dan menilai. Dalam berkaca mungkin kita tak tahan melihat keadaan kita sebenarnya. Mata kita mungkin berkaca-kaca, menyesali kekeliruan kita selama ini. Tetapi ingatlah masa lalu kita yang buruk tentu bukan untuk diratapi. Melainkan dijadikan pelajaran untuk perbaikan ke depan. Kita tentu makin sadar, mustahil menyelesaikan problem bangsa ini sendirian. Potensi manusia jadi kecil jika bercerai-berai dan akan besar jika berjamaah. Kita akan lemah secara individual, sebaliknya akan kuat secara kolektif, dan kita tidak boleh berharap orang lain memecahkan masalah kita. Pada hakikatnya, setiap orang di Republik ini mampu berbuat sesuatu untuk keluar dari belenggu kesemrawutan ini, sepanjang kita semua mempunyai niat baik untuk mencari keberkahan dalam setiap upaya yang dilakukan, yang pada akhirnya cahaya kebenaran dan keadilan akan menjelma dihadapan mata, setelah kita berjalan beberapa lamanya di dalam terowongan kebatilan yang gelap gulita. Semoga Tuhan mengabulkan do'a kita semua...amien.
Label: perspektif |
posted by HendraWoM @ 00.43   |
|
|
|
|
| Berlibur |
Kesempatan berlibur kali ini, aku luangkan di Bandung, memang sih bukan hal yang special tapi gak apa-apa kan, wong aku yang ketik-ketik sendiri yang ngarang-ngarang sendiri terserah aku donk. Hari jumat malam tanggal 16 May aku dan istriku sepakat untuk bangun-bangung pagi-pagi sekali untuk siap-siap berangkat ke Bandung. Kami mengerti sekali fenomena orang-orang yang bertempat tinggal di Jakarta, begitu ada libur panjang pasti deh Jalan TOL Jakarta – Cikampek – Padalarang penuh sesak oleh orang-orang yang ingin menikmati Bandung.
Pukul 04.30 pagi alarm HP-ku yang sudah ke set sebelumnya berbunyi nyaring, langsung membangunkanku dari mimpi. Kusempatkan diriku untuk memeluk erat hangat. Duh masih pingin tidur nih gumamku dalam hati. Hidup dalam kehangatan cinta memang sangat bahagia sekali. Kubisikkan lembut ditellinganya sayang bangun donk, katanya mau ke Bandung ke rumah mama. Dia pun mengerjapkan matanya dan tersenyum sembari berbisik, bentar dulu sayang, peluk lagi aku donk. Kepeluk erat tubuhnya kunikmati setiap moment bersamanya.
Persiapanpun selesai, kami berangkat tepat pukul 05.15, baru saja berjalan 500 meter, istriku tersentak, aku lupa sesuatu sayang, Apa? Jawabku. Bantal. Oh iya, kursi depan tempat duduk istriku harus ditambah bantal, maklum usia kandungannya sudah cukup besar 4 bulan 3 minggu. Aku pun cepat-cepat dari tempat untuk putar balik Yarisku, dan kembali kerumah untuk mengambil bantal.
Kilometer 57 Aku sempatkan untuk berhenti, mampir ke Toilet dan alfamart untuk membeli sedikit camilan dijalan. Perjalananku santai saja dengan kecepatan 60 – 80 km/jam aku tiba di Bandung pukul 07.30.
Kuhirup udara bandung di pagi hari dengan secangkir teh hangat ……Srhhhhhuuuupppppp ….aaaaahhhhhh
Label: Aktifitas Keluarga |
posted by HendraWoM @ 00.29   |
|
|
|
| Jumat, 16 Mei 2008 |
| BBM Naik |

Kenaikan BBM selalu menjadi fenomena unik di Indonesia, sangat beda sekali dengan negara-negara lain. Di Jepang harga BBM benar-benar dilepas atau dikendalikan oleh pasar. Jam 09.00 bisa 50 yen/ltr eh jam 10.30 bisa jadi 64 yen/ltr (permisalan), dan pembelinya juga unik Jam 09.00 bisa ramai yang antri beli fuel, jam 10.30 sepi tidak ada yang antri - Kok bisa yahh . Ngomong-ngomong masalah harga BBM lihat saja tabel perbandingan berikut 
Dari sisi konsumsi BBM, Indonesia hanyalah menempati urutan ke 116 Bagaimana dengan BLT ? apakah menjadi sesuatu solusi atau masalah baru. Label: perspektif |
posted by HendraWoM @ 03.01   |
|
|
|
| Rabu, 14 Mei 2008 |
| Selamat Ulang Tahun |
Kemarin tanggal 14 Mei, menjadi hari bahagia dari orang yang paling kucintai [Nintha – istriku]. Bangun pagi, kulihat dia masih nyaman dengan posisi miring. Dengan kehamilannya yang akan mencapai bulan ke 5, membuatnya harus tidur miring. Bibirnya yang selalu tersenyum ketika tidur membuatku selalu berterima kasih kepada Tuhan. Aku telah diberi seorang pendamping hidup yang sempurna.
Disela-sela lelap tidurnya, kudekati wajahnya dan kekecup keningnya, sambil kubisikkan dengan lembut ditelinganya “SELAMAT ULANG TAHUN SAYANG”. Tanpa sadar di menyunggingkan senyumnya yang penuh bahagia. Aku pun mulai beranjak dari ranjang nyamanku untuk me mulai hari-hari seperti biasanya. Pukul 07.30 pagi aku sudah tiba dikantor, ku sempatkan waktuku untuk menelpon dan kembali mengucapkan SELAMAT ULANG TAHUN sayang. Melalui telpon aku berjanji untuk pulang cepat hari itu. Kami berencana untuk makan bersama diluar.
|
posted by HendraWoM @ 22.38   |
|
|
|
| Minggu, 11 Mei 2008 |
| Demam Uber dan Thomas Cup |
Kemarin, dibuka turnamen olahraga kebanggaan Indonesia “Bulu Tangkis”, disponsori oleh salah satu Bank BUMN. Bagi yang suka akan olahraga ini pasti sangat menanti-nantikan pertandingan ini. Dimulai dengan kualifikasi Uber yang dibuka dengan permainan Christine yang terpaksa kalah ditundukkan oleh pemain dari Jepang. Tapi ini dimanfaatkan secara positive oleh teman-temannya untuk tidak terlena dengan kemampuan orang-orang Jepang. Tak ayal lagi pada permainan ke 2,3,4,5 kita berhasil membabat habis seluruh pertandingan dengan kemenangan. Satu babak beres. Pukul 18.30 team Thomas kita dibuka oleh permainan Taufik Hidayat. Pemain ini memang termasuk pemain kelas dunia untuk bulu tangkis, tapi sayang beliau tidak bermain maksimal kemarin. Entah apa yang ada dipikiran pemain kebanggaan kita ini (sekarang tidak saya banggakan sama sekali). Passionnya untuk memenangkan pertandingan sama sekali tidak ada. Kemana jump smash yang mematikan, kemana kemampuan drop shoot yang tak terduga itu. kemana Taufik Hidayat yang dulu. Orang-orang yang sudah tidak memiliki passion ini, sudah tidak selayaknya bermain mengatas namakan bangsa. Sudah tidak pantas untuk bertanding sebagai dutu Indonesia. Mungkin memang saatnya untuk pemain-pemain muda yang bermunculan. Hidup team Thomas – Uber Indonesia Label: Curhat |
posted by HendraWoM @ 22.55   |
|
|
|
|
| Arisan - WOM |
Budaya arisan, sudah saya kenal sejak saya masih berumur 1 tahun. Ketika saya memasuki dunia kerja, arisan juga saya jumpai di sekelompak kecil rekan-rekan kerja. Ada yang berjumlah 15 orang hingga 20 orang.
Orang tua kita, secara turun temurun melakukan aktivitas mengasikkan ini. Penuh gotong royong. Tapi ada satu hal yang membuat saya bertanya-tanya mengapa sebagian besar peserta arisan adalah ibu-ibu. Bapak-bapaknya kenapa yah ? apakah bapak-bapaknya males kumpul, males bersosialisasi, menutup diri, rugi bila berkontribusi buat yang lain, rugi bila sharing kesuksesan. Atau tidak ada waktu.
Dengan arisan, kita bisa kumpul-kumpul, ngobrol ngalor kidul. Ditengah kepenatan kerja di Jakartayang serba sumpek ini, Arisan menjadi angina segar untuk bisa sharing dan saling mengetahui kabar rekan-rekan kita. Kalau kita berfikir negatif, arisan bisa menjadi ajang gossip, membicarakan kejelekan teman, bahkan bisa sampai nyrempet-nyrempet fitnah juga. Tapi kalau kita bisa smart Arisan bisa menjadi metode baru dalam mengembangkan networking. Kita bisa mengetahui kabar rekan kerja kita, performance kerja mereka, tips-tips baru dalam dunia kerja, motivasi-motivasi baru dalam berkerja dan masih banyak lagi hal-hal postif yang bisa kita dapatkan bila melihat dari Positive Thinking point of view.
Ditempat dimana saya tinggal, arisan merupakan acara rutin yang dilakukan, kebetulan kemarin tanggal 11 Mei 2008 bertepatan dengan kalifikasi Uber & Thomas Cup 2008, Arisan dilakukan di rumah saya. Cukup sibuk juga, sampai pinjam kursi, meja tetangga segala. Mendatangkan mertua dari bandung untuk membantu menyiapkan hidanngan dan segala sesuatu. Seru …..
Arisan ditempat ini berfungsi ganda: selain untuk arisan itu sendiri, juga mengumpulkan warga sekitar untuk sharing informasi-informasi dari pemerintah, seperti : info pemilihan gubernur jawa barat, Kartu Keluarga model baru, sampai informasi adanya tanaman warga yang terlalu besar sehingga melebar ke badan jalan dan perlu dirapikan, semuanya di sharing transparan dan diselesaikan saat itu juga. Tidak ada yang namanya sakit hati/dendam/iri.
Yang datang pun, ternyata tidak hanya orang biasa loh, tapi ada ibunya Lulu Tobing, besan keluarga cendana.
Ada satu lagi nih yang aneh, fenomena organisasi terkecil dalam masyarakat kita yaitu RT [Rukun Tetangga]. Karena tingkat individualisme yang tinggi, banyak bapak-bapak yang enggan menjadi ketua RT, termasuk saya sendiri. Menjadi ketua RT adalah suatu pekerjaan sosial tanpa pamrih, yang menyita waktu ku bersama keluarga – pikirku. Jangan ditiru. Jadi ketua RT didaerahku adalah wanita.
Tapi yang aku acungi jempol adalah bapak-bapak juga bersedia datang untuk ikut arisan juga….. walaupun sudah berumur, tetap saja mereka semangat untuk tetap menjalankan ritual arisan setiap 1 bulan sekali.
Satu lagi yang menjadi ritual di perumahan saya yaitu ada acara memungkus makan atau camilan yang dihidangkan tuan rumah saat selesainya acara Arisan. Sampai ludes ….

Label: Aktifitas Keluarga |
posted by HendraWoM @ 20.55   |
|
|
|
| Sabtu, 10 Mei 2008 |
| Kelola Energi Anda ! |
"Energilah faktor utama tingginya kinerja, bukan waktu"
-Jim Loehr & Tony Schwartz, penulis "The Power of Full Engagement"-
Saya sering menjumpai orang yang merasa bangga sekaligus memelas terkait dengan ketergantungannya pada jam kerja yang berlebihan. Orang ini tampaknya bermasalah dengan waktu, tapi lebih-lebih sebenarnya mereka punya masalah dengan energinya.
Dari mereka, ada yang berkomentar, "Waduh, kalau tidak ngelembur, pasti pekerjaan saya tidak bakal beres." Komentar kain, "Namanya juga kerja di perusahaan kami, kalau enggak lembur, rasanya belum jadi karyawan yang sesungguhnya" atau " Kalau enggak pukul sembilan malam, belum bisa pulang. Kadang Sabtu dan Minggu juga masuk kantor."
Memang, tidak ada yang mampu menghentikan waktu. Sementara itu, banyak orang yang terobsesi dengan waktu sebagai tolok ukur produktivitas. Seolah-olah orang yang sudah menghabiskan banyak waktu, dengan sendirinya dinilai sebagai orang produktif.
Inilah salah kaprah yang banyak terjadi dalam konteks 'bekerja' sekarang. Orang berlomba-lomba mengelola waktu. Padahal, yang sebenarnya fundamental adalah mengelola energi untuk bekerja.
Ada kisah menarik. Seorang manajer perempuan terbiasa bekerja hingga larut malam. Biasanya, dia baru hengkang dari kantor pukul sembilan atau 10 malam. Bisa jadi, dia adalah orang yang gila kerja (workalholic) . Kebiasaan ini dia bawa sampai ketika menikah.
Suaminya pun sempat melayangkan ultimatum. "Kamu pilih kerja atau keluargamu? Kalau kamu tetap pulang selarut itu, lebih baik kamu berhenti bekerja! Toh penghasilan saya bisa lebih dari cukup buat menghidupi kamu. Saya ijinkan kamu bekerja maksimal sampai pukul enam sore. Sadarlah, keluarga kamu membutuhkanmu, " keluh suaminya.
Perempuan karir itu pun akhirnya mendengarkan opini suaminya. Akhirnya, dia mengaku, sejak mendapat ultimatum itu dia berusaha menata dan mengatur lagi energinya dalam bekerja. Dia merasa tidak lagi membuang-buang energi untuk suatu yang sia-sia.
Dia bercerita, sudah hampir 1,5 tahun bisa pulang ke rumah on time! Malah, bisa pulang dan menyelesaikan pekerjaan sebelum pukul enam sore. Dia pun merasa punya banyak waktu buat keluarga. Mereka pun bahagia.
Nah, dalam mengelola energi, prinsipnya bukan berapa banyak waktu yang dihabiskan. Tetapi, berapa banyak energi yang dicurahkan dalam mengerjakan sesuatu pekerjaan.
Jadi, seorang yang bekerja dua jam saja tetapi dengan energi 100%. Itu sama efektifnya dengan mereka yang bekerja empat jam, tetapi hanya mempunyai energi 50%.
Artinya, lamanya waktu bekerja tidak selalu berbanding lurus dengan produktivitas kerja. Waktu lama tidak identik dengan kerja produktif. Karena itu, tantangannya adalah bagaimana dengan waktu terbatas, orang mampu mengerjakan banyak hal sesuai target dan dikerjakan dengan sebaik mungkin. Pada titik inilah, manajemen energi menjadi penting. Orang mampu bekerja baik jika mempunyai energi yang berlimpah. Bekerja dengan total energi, itulah kuncinya.
3 Tips penting...
Ada tiga tips penting untuk mengelola energi ini. Hal ini diinspirasikan dari jawaban atas pertanyaan yang banyak muncul dalam workshop Kecerdasan Emosional yang saya fasilitasi.
Yakni, pertama, menghindari banyaknya kebocoran emosi. Kebocoran emosi terjadi bila hati kita tinggal separuh saat mengerjakan tugas. Kita bekerja dengan setengah hati. Inilah yang terjadi saat tubuh beraktivitas, tetapi pikiran dan hati kita melayang ke tempat lain. Akibatnya, kita tidak bisa fokus bekerja. Pekerjaan yang dikerjakan dengan semangat setengah-setengah juga akan menghasilkan buah yang setengah-setengah juga. Banyak eksekutif sukses karena kemampuan mereka mengatasi kebocoran emosi ini. Mereka bekerja dengan hati, pikiran, dan raga yang total 'hadir' berada di tempat dia bekerja. Dalam pepatah Latin disebut Age Quod Agis, bekerja dengan totalitas penuh!
Kedua, kemampuan untuk tidak menunda-nunda pekerjaan. Sifat menunda-nunda pekerjaan (procrastination) merupakan kebiasaan yang bisa menghabiskan banyak energi kerja kita. Setelah ditunda, justru pekerjaan akan semakin susah diselesaikan. Pekerjaan lain menyusul dan akhirnya menumpuk. Bahkan, orang yang cenderung menunda pekerjaan justru akhirnya tidak mengerjakan apa-apa. Dalam bukunya Eat the Frog, Brian Trcay menyarankan justru pekerjaan yang sulit (diibaratkan seperti katak paling besar dan jelek) yang harus ditangani dulu, sehingga pekerjaan yang sulit menjadi lebih mudah diselesaikan.
Kita dituntut mampu membuat prioritas pekerjaan. Semakin sulit dan menyebalkan, sebaiknya ditangani dulu. Sebab kalau tidak, mungkin akhirnya tidak akan pernah kita sentuh lagi.
Ketiga, tidak menunggu waktu yang tepat untuk memulai. Banyak orang menunda dan mempersiapkan pekerjaan secara bertele-tele. Mereka menunggu mood datang. Padahal datangnya mood tidak bisa ditebak. Tidak ada waktu yang tepat selain memaksa untuk memulainya. Kalaupun tidak merasa nyaman, mulailah dengan standar rendah dengan mencoba membuat draft terlebih dahulu. Perlahan-lahan barulah dipoles menjadi sempurna.
Kita belajar dari seorang penulis. Seorang penulis tidak bisa disebut penulis jika tidak menulis. Tulisan tidak bakal jadi, jika tidak mulai menulis. Penulis yang hanya menunggu mood, tidak akan produktif menghasilkan tulisan. Harus ada disiplin. Di sini, diperlukan sikap contra agere, melawan kencenderungan negatif. Kalau cenderung menunda pekerjaan, lawanlah dengan mengerjakannya dengan total.
Team, alangkah nyamannya kalau dengan waktu yang relatif singkat, kita mampu menyelesaikan banyak hal dari pekerjaan kita. Bayangkan seandainya kita mampu mulai mengelola energi kita dengan baik. Selain pekerjaan kita selesai, kita juga punya waktu untuk keluarga dan kehidupan pribadi kita. Mengertikah Anda sekarang, mengapa pengelolaan energi adalah pegelolaan atas kualitas hidup kita? Sekali lagi, kualitas hidup Anda tergantung dari energi yang Anda kelola!
Sumber: Kelola Energi Anda! oleh Anthony Dio Martin ..
SEMOGA BERMANFAAT
Label: MOTIVASI |
posted by HendraWoM @ 21.22   |
|
|
|
|
| Merebut Kesuksesan Melalui Visualisasi Positif ... |
Ketika anda membayangkan sesuatu melalui pikiran, kira-kira apa yang terpancar dalam benak anda : apakah anda membayangkan sebuah pencapaian, apresiasi dan kemenangan atau sebaliknya, kegagalan dan keterpurukan?
Sejumlah riset menunjukkan bahwa ternyata visualisasi memberikan pengaruh kuat terhadap kinerja kita.
Ketika imajinasi kita selalu dihantam oleh bayangan keterpurukan dan pesimisme, maka jaringan otak kita perlahan-lahan akan mendorong kita untuk benar-benar mengalami keterpurukan.
Sebaliknya, ketika kita selalu membangun bayangan positif tentang diri kita, maka kita sesungguhnya tengah memulai dan memperkuat "cara kerja yang sempurna" di dalam otak kita. Pada gilirannya, jaringan sel dalam otak ini akan mampu mendorong kita untuk juga meraih kesempurnaan dalam kinerja nyata.
Olahragawan dan atlet telah mengkhayal bertahun-tahun untuk menjadi sempurna. Dan pada kenyataannya, satu dari pemain golf dunia, Jack Nicklaus, menempatkan 50 persen kesuksesannya karena ia rajin membangun visualisasi positif.
Lalu bagaimana melakukan visualisasi positif yang baik? Berikut langkah-langkah praktis yang dapat dilakukan:
Pertama adalah, menentukan tujuan yang jelas dan menantang, tujuan yang ingin anda capai. Bisa bersifat general seperti: menciptakan image yang bagus dalam sebuah sesi wawancara. Atau bersifat spesifik seperti: peningkatan penjualan.
Kemudian mulailah melakukan visualisasi :
1. Relaks... Ini akan membuat otak anda lebih terbuka untuk memulai dan memperkuat "cara kerja yg benar"
2. Fokuskan perhatian anda pada tugas yang ada
3. Bayangkan tujuan anda sedetail mungkin. Bayangkan segalanya: lokasi, situasi, orang yang akan hadir dan seterusnya
Lalu, libatkan emosi anda. Bagaimana rasanya mampu meraih sasaran anda dengan sempurna? Menyertakan perasaan dan emosi akan memperkuat sistem "cara kerja benar" dalam otak anda.
Selanjutnya lakukan hal yang sama berulang-ulang. Untuk mendapat hasil yang optimal, lakukan visualisasi positif setiap kali anda mempunyai waktu luang, sekurangnya tiga kali sehari : ketika anda bangun, ketika anda akan tidur dan sekali disela-sela rutinitas pekerjaa anda.
Selamat bervisualisasi positif. Dan yakinlah, bahwa anda pasti akan berhasil...
-Jens Lehmann Inc.-
Label: MOTIVASI |
posted by HendraWoM @ 21.13   |
|
|
|
| Selasa, 06 Mei 2008 |
| Kebutuhan Dasar Manusia |
Manusia memiliki kebutuhan primitive yaitu MENCARI NIKMAT, MENGHINDARI SENGSARA Ini merupakan sifat paling dasar yang dimiliki oleh manusia, bahkan hewan sekalipun. Coba anda ingat-ingat pernahkan anda dalam satu perjalanan ketika anda mengendarai mobil anda, Anda merasa sangat terintimidasi tertindas oleh pengendara motor yang se-enaknya saja memotong jalan anda, 1 motor, 2 motor, motor ketiga hamper kenak lagi, anda pasti mengumpat dalam hati “ada lagi yang mau nyrempet aku tabrakin aja sekalian”, Tapi apa yang terjadi ketika anda mencoba untuk menabrakkan mobil anda ke motor yang keempat yang ingin menyerempet anda, secara spontan otak bawah sadar anda menghindar dan memastikan mobil anda tidak menabrak motor tersebut. Otak bawah sadar kita memproses bahwa jika kita menabrak pasti urusannya panjang, mobil jadi rusak, anda capek ke bengkel, keluar uang lebih, dengan kesimpulan sengsara harus dihindari, sehingga mobil tidak boleh menabrak. Otak bawah sadar akan memerintahkan kita untuk menghindari sengsara. Label: MOTIVASI |
posted by HendraWoM @ 21.24   |
|
|
|
|
| Sukses Ada Di Tangan Anda |
Salam Power, Saudara, suatu hari di sebuah desa terdapatlah 2 orang pemuda (Nasyidh dan Kaslan) berangkat ke sawahnya untuk bekerja disana. Mereka melakukan aktivitas dan tujuan yang sama yaitu ingin menghasilkan padi terbaik. Setiap hari mereka pergi kesawah dengan membawa perkakasnya, mulailah mereka membajak sawah dengan tenaga mesin dan mengairi air ke sawah mereka masing-masing. Keesokan harinya sawah siap untuk ditanami padi. Setelah padi selesai ditanam mereka duduk di gubuk peristirahatan sambil menikmati kopi dan nikmatnya udara. Kemudian Kaslan menyampaikan keinginannya kepada sahabatnya Nasyidh, "Nasyidh aku ingin 4 bulan yang akan datang mendapatkan panen yang bagus". "Aku juga Lan..", jawab Nasyidh. Hari-hari pun tarus berlalu, padi yang makin membesar membutuhkan pupuk dan perairan yang bagus. Hampir setiap hari Nasyidh pergi ke sawah untuk mengecek keadaan padinya, terkadang dia turun ke sawah untuk membersihkan rumput-rumput dan siput yang menganggu padinya. Bahkan di waktu padi mulai berbiji Nasyid menghabiskan malamnya di sawah menjaga dari gangguan babi hutan, membuat orang-orangan menghindari dari serangan burung pipit. Sementara Kaslan pergi ke sawah hanya untuk memupuki padinya. Dan ketika panen tiba Nasyidh mendapatkan hasil 4X lipat dari Kaslan. Saudara, begitu juga dalam kehidupan kita. Cerita tentang kehidupan si Nasyidh dan si Kaslan pernah kita jalani. Kesuksesan ada ditangan anda,"Anda hari ini adalah hasil dari buah fikiran, perasaan dan perbuatan anda masa lalu." Janganlah anda menyesali hidup anda. Mungkin anda pernah mengeluh dengan keadaan anda hari ini, keuangan yang tidak anda harapkan, karir yang tak menentu, kesehatan yang mulai menyakitkan dan kehidupan penuh menyeramkan. Bahkan anda mengambing hitamkan hidup dengan mengatakan : "Inilah nasib yang harus aku jalani, Tuhan memang telah menentukan takdir untukku seperti ini". Kehidupan anda saat ini sebenarnya bukanlah diri anda melainkan buah karya yang telah anda buat pada masa lalu. Lihatlah, 4 bulan sebelum panen datang, Nasyidh mengahabiskan hidupnya di sawah, rela menemani padinya di malam hari, sementara Kaslan hanya santai di rumahnya dan hasil yang dia peroleh pun sebagaimana usahanya. Saudara, inilah yang membuat para Motivator dan Trainer selalu menamkan kepada perserta trainee nya untuk memiliki IMPIAN. Dengan memiliki impian maka anda telah memutuskan, kehidupan yang seperti apa yang anda harapkan di masa yang akan datang. Tulislah sedetil-detilnya impian anda sehingga anda tahu apa yang harus anda lakukan untuk meraihnya, keuangan seperti apa yang anda harapkan, jenjang karir, keluarga dan hubungan masyarakat yang bagaimana anda inginkan..? Belajarlah dari sejarah hidup telah anda jalani, ambil hikmah darinya. Jangan anda lupakan kehidupan anda begitu saja, karena masa lalu akan menjadi pengingat tuk masa depan. Segera anda rubah kebiasaan buruk anda. Kalau anda merasa harus merubah haluan lakukan sekarang, jangan anda menunggu nanti. Ketika anda menberikan waktu dan luang (kesempatan) kepada alasan-alasan anda, maka andapun sedang mengubur impian-impian anda dan menghapus satu-persatu kata-kata SUKSES dalam hidup anda. Saudara, sekali lagi saya katakan KESUKSESAN ADA DITANGAN ANDA, berkerjalah dengan tekun, semangat, gigh dan penuh kesabaran. Sehingga ketika hari itu datang anda mengatakan KEHIDUPANKU SUNGGUH MENYENANGKAN....AKU SUKSES... Salam Power DO IT NOW OR NEVER FOREVER...! [source – Milist Alumni ITS, sender Agustiawan M. Barus] |
posted by HendraWoM @ 18.43   |
|
|
|
|
|
 |
|
Ut enim ad minim veniam, ullamco laboris nisi ut labore et dolore magna aliqua. Ut aliquip ex ea commodo consequat. Consectetur adipisicing elit, lorem ipsum dolor sit amet, eu fugiat nulla pariatur. In reprehenderit in voluptate ut labore et dolore magna aliqua.
Quis nostrud exercitation ut aliquip ex ea commodo consequat. Cupidatat non proident, eu fugiat nulla pariatur. Sunt in culpa ut enim ad minim veniam, excepteur sint occaecat. Consectetur adipisicing elit.
|
|
|
 |
| About Blog |
| My Dream, My Dignity,My Passion, My Family, My Temptation, My True Love, My World, My Journey, My Insight |
|

|
| Previous Post |
|
| Archives |
|
|
| Title |
|
Quis nostrud exercitation ut aliquip ex ea commodo consequat. Cupidatat non proident, eu fugiat nulla pariatur. Sunt in culpa ut enim ad minim veniam, excepteur sint occaecat. Consectetur adipisicing elit. |
| Links |
|
|
| Templates by |
|
|
|